Logo Header Antaranews Jogja

Kemendagri adaptasi warisan keraton dalam sistem ketatanegaraan

Sabtu, 25 April 2026 11:55 WIB
Image Print
Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) menyelenggarakan pameran lukisan bertajuk Revitalisasi Keraton Nusantara di Antara Heritage Center (AHC), Jakarta, Jumat (24/4/2026) (ANTARA/Fitra Ashari)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kementerian Dalam Negeri Wahyu Chandra Kusuma mengatakan nilai historis dalam kerajaan keraton Nusantara yang masih ada turun temurun sampai saat ini masih digunakan oleh pemerintah dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan dan ketatanegaraan.

“Dua kitab yang merupakan warisan sejarah yang digunakan sampai dengan saat ini. Negara Kertagama, Suta Soma menjadi bagian dari penyelenggaraan ketatanegaraan,” kata Chandra dalam acara pembukaan pameran lukisan Revitalisasi Keraton Nusantara di Antara Heritage Center (AHC), Jakarta, Jumat.

Chandra mengatakan konsep kepemimpinan yang diadaptasi pemerintahan saat ini juga bersumber dari akar budaya kerajaan yang tidak terlepas dari simbol bintang sisi delapan atau Asta Brata yang diartikan simbol kepemimpinan yang beretika, bijaksana dan mengayomi masyarakat.

Chandra mengatakan Kemendagri juga melakukan identifikasi warisan nilai luhur yang tersebar di masyarakat sebagai aset budaya tak benda yang perlu dilestarikan dan dihimpun kembali.

Baca juga: Sejarawan ungkap peran Prancis dan India dalam peristiwa Geger Sepehi 1812

Baca juga: Kemenbud terus genjot revitalisasi keraton untuk pemajuan budaya


Baca juga: Keraton Yogyakarta serahkan surat kekancingan Tanah Sultan di Gunungkidul

“Kami banyak menemukan manuskrip-manuskrip kuno yang masyarakat itu pegang sebenarnya tidak mengetahui maknanya. Ini mungkin peran serta dari pemerintah, dari kita semua untuk dapat menghimpun kembali, mengintisarikan kembali,” kata Chandra.

Ia mengatakan kolaborasi dengan lembaga pemerintahan lain perlu dilakukan guna mengarsipkan kembali warisan budaya luhur yang menjadi pilar kehidupan berbangsa turun temurun hingga saat ini.

Tujuannya untuk menjadi pegangan nilai budaya yang luhur bagi generasi muda penerus bangsa dan untuk kemajuan, kemakmuran serta kesejahteraan Nusantara di masa yang akan datang.

“Mohon sekali manuskrip-manuskrip terkait dengan konsepsi-konsepsi tata kehidupan, penyelenggaraan, kenegaraan, kemasyarakatan ini dapat dihimpun kembali. Kami terima kasih dari BRIN, kami dengan BPSDM tentunya nilai-nilai kepemimpinan itu kami sangat kami perlukan,” katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendagri adaptasi warisan keraton dalam sistem ketatanegaraan



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026