Logo Header Antaranews Jogja

Tiga mahasiswa asing berprestasi Fapet UGM perkuat reputasi global

Sabtu, 25 April 2026 22:32 WIB
Image Print
Dua dari tiga mahasiswa asing berprestasi Fakultas Peternakan UGM yang mengikuti wisuda mampu memperkuat reputasi global. ANTARA/HO-Humas Fapet UGM

Yogyakarta (ANTARA) - Tiga mahasiswa asing berprestasi yang turut dalam wisuda Pascasarjana Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 23 April 2026 diyakini mampu memperkuat reputasi global pada perguruan tinggi di Yogyakarta tersebut.

"Kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi indikator semakin kuatnya reputasi global fakultas dalam pendidikan dan riset peternakan," kata Dekan Fapet UGM Prof Budi Guntoro dalam keterangannya di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia kolaborasi lintas negara yang terbangun melalui proses pendidikan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor peternakan di berbagai belahan dunia.

Oleh karena itu, kata dia, wisuda tersebut sekaligus menegaskan peran Fapet UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan unggul di tingkat nasional.

"Tetapi juga berkontribusi dalam melahirkan ilmuwan berkelas dunia dengan perspektif global dan dampak nyata bagi masyarakat internasional," katanya.

Tiga lulusan internasional tersebut yakni dua doktor asal Vietnam, Nguyen Hoang Qui dan Nguyen Thi Anh Thu, serta satu lulusan magister asal Tanzania, Mathew Mgogo.

Nguyen Hoang Qui dan Nguyen Thi Anh Thu menyelesaikan studi doktoral dalam waktu relatif singkat, sekitar tiga tahun, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 serta predikat pujian.

Keduanya merupakan penerima beasiswa penuh melalui program Faculty of Animal Science International Fellowship Program 2023. Secara akademi. Keduanya juga menunjukkan produktivitas tinggi melalui publikasi di jurnal internasional bereputasi.

Disertasi Nguyen Hoang Qui mengkaji daya saing peternak babi skala kecil di Delta Mekong, Vietnam. Sementara Nguyen Thi Anh Thu meneliti pengaruh manajemen biosekuriti terhadap keberlanjutan ekonomi peternakan babi rakyat di wilayah yang sama.

Nguyen Hoang Qui mengatakan, perjalanan studinya di Fapet UGM tidak lepas dari berbagai tantangan, baik di ruang kuliah, lapangan, maupun laboratorium. Namun, ketekunan dan tekad kuat menjadi kunci keberhasilan.

"Tidak mudah menjalani studi. Namun, berkat ketekunan dan tekad yang kuat akhirnya selesai sudah perjuangan kami," katanya.

Sementara itu, Mathew Mgogo menyelesaikan program magister dalam waktu 1,5 tahun dengan IPK 3,97. Penelitian berfokus pada keragaman genetik dan hubungan filogenetik tujuh bangsa kambing perah di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Mathew mengatakan selama studi di UGM merasakan keseimbangan antara pembelajaran teoretis dan praktis, serta integrasi nilai-nilai budaya dalam kegiatan akademik yang memperkaya perspektifnya sebagai peneliti.

"Pengalaman hidup dalam keberagaman masyarakat Indonesia memperluas wawasan saya dalam berinteraksi dan bekerja dalam lingkungan multikultural," katanya.

Lebih lanjut, Mathew mengatakan ilmu yang diperolehnya di bidang genetika dan pemuliaan ternak akan dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas ternak serta mendukung kebijakan berbasis ilmiah di negaranya.

Pihaknya juga menilai dukungan akademik di Fapet UGM sudah sangat baik, dengan dosen yang profesional dan suportif, tenaga kependidikan yang responsif, serta lingkungan pertemanan yang membantu mahasiswa asing beradaptasi.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026