Logo Header Antaranews Jogja

UAD kukuhkan empat guru besar baru dari berbagai bidang kepakaran

Sabtu, 25 April 2026 22:33 WIB
Image Print
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengukuhkan empat guru besar baru dari berbagai bidang kepakaran, di Amphitarium Gedung Utama Kampus IV UAD, Sabtu (25/4/2026). (ANTARA/HO-Humas UAD)

Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menggelar Sidang Terbuka Senat dalam Rangka Pengukuhan Empat Guru Besar Baru dalam berbagai bidang kepakaran, di Amphitarium Gedung Utama Kampus IV UAD, Sabtu.

Sidang dibuka secara resmi oleh Ketua Senat UAD Prof Dr Ir Dwi Sulisworo MT yang dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia oleh Dr Farid Setiawan MPdI mengenai kenaikan jabatan akademik tersebut.

Empat guru besar yang dikukuhkan yakni Prof Dr Ishafit MSi di bidang Pembelajaran Fisika Berbasis Laboratorium dan ICT, Prof Dr Yudi Ari Adi MSi di bidang PemodelanMatematika Interaksi Populasi, Prof Dr Fatwa Tentama MSi di bidang Psikologi Kerja, Organisasi, dan Kewirausahaan, serta Prof Wajiran PhD di bidang Kritik Sastra.

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Ketua Senat UAD Prof Dwi Sulisworo didampingi Rektor UAD Prof Dr Muchlas MT.

Prof Dwi Sulisworo dalam sambutannya berpesan agar gelar yang didapat mampu memberi manfaat dan kesejahteraan bagi umat manusia. "UAD sudah memiliki 50 guru besar. Semoga bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga umat manusia," katanya.

Sementara itu, Prof Muchlas mengungkapkan kebanggaannya, karena tiga dari empat guru besar ini merupakan alumnus dari UAD. Jumlah guru besar UAD saat ini merupakan yang terbanyak di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia, dan terdapat sebanyak 150 lektor kepala.

"Kami akan terus mengikuti arahan dari Majelis Diklitbang PP Muhammadiyah maupun dari BPH untuk terus melaksanakan program-program akselerasi lektor kepala dan guru besar sehingga UAD dapat dijadikan sebagai rujukan perguruan tinggi khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah di Indonesia," tuturnya.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026