
Green SM buka suara soal kecelakaan di area perlintasan kereta

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia menyampaikan pernyataan menyusul kecelakaan yang melibatkan satu kendaraan mereka dengan kereta yang sedang melintas di area perlintasan kereta dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Dalam keterangan tertulis yang dibagikan di akun Instagram resmi perusahaan @id.greensm pada Selasa, Green SM Indonesia menyatakan perusahaan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang berkenaan dengan insiden kecelakaan tersebut.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," kata perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut.
Baca juga: Kronologi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur
Baca juga: Terbaru, korban meninggal insiden kereta di Bekasi Timur jadi 14 orang
Perusahaan menegaskan komitmen untuk menerapkan standar keselamatan guna memastikan keamanan pengguna layanan maupun masyarakat luas.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," kata perusahaan.
Kecelakaan yang melibatkan kereta api jarak jauh dan kereta api komuter pada Senin (27/4) terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan sejumlah orang terluka.
Dalam insiden kecelakaan itu, Kereta Api Argo Bromo menabrak KRL Commuter Line yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur setelah satu taksi menemper KRL di area perlintasan kereta dekat Bulak Kapal menurut Humas PT Kereta Api Indonesia Daop I Jakarta.
Baca juga: Tim SAR fokus pencarian dan evakuasi korban yang masih di dalam kereta
Baca juga: Prabowo jenguk korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Green SM buka suara soal kecelakaan di area perlintasan kereta
Pewarta : Pamela Sakina
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
