Logo Header Antaranews Jogja

PGN sosialisasi keamanan jargas di Jombang pastikan layanan 24 jam

Kamis, 30 April 2026 09:32 WIB
Image Print
Area Head PGN Area Sidoarjo Heri Frastiono sosialisasi dan edukasi mengenai keselamatan penggunaan gas bumi bagi masyarakat di Balai Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. (ANTARA/HO-PGN)

Yogyakarta (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai keselamatan penggunaan gas bumi bagi masyarakat di Balai Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, sebagai langkah preventif untuk memperkuat pemahaman warga terkait mitigasi risiko serta mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas (jargas) rumah tangga yang merupakan program strategis pemerintah dalam menekan ketergantungan pada impor LPG.

Area Head PGN Area Sidoarjo Heri Frastiono menjelaskan agenda ini sangat krusial mengingat jumlah pelanggan di wilayah Jombang telah mencapai angka yang signifikan dengan layanan aliran gas non-stop.

"Hari ini di Jombang, tepatnya di Balai Kelurahan Pesantren, kami mengadakan sosialisasi keselamatan penggunaan gas bumi. Selama ini sudah terlayani 24 jam gas mengalir, sehingga gas bumi yang praktis, murah, efisien, serta ramah lingkungan ini harus termanfaatkan dengan baik oleh masyarakat," ujar Heri

Heri menekankan bahwa aspek keamanan menjadi fondasi utama dalam layanan PGN, dimana pelanggan diedukasi untuk melakukan penanganan mandiri jika terjadi indikasi kebocoran, seperti menutup kran utama dan memastikan ventilasi udara terbuka lebar. PGN juga menyiagakan tim teknis yang dilengkapi teknologi canggih untuk merespons laporan warga.

"Masyarakat kalau terjadi sesuatu tidak usah panik, tinggal hubungi kami melalui Pertamina Contact Center 135. Petugas lapangan kami sangat sigap dan dilengkapi alat Laser Mini Methane (LMM) untuk mendeteksi kandungan gas secara akurat dan cepat," tambahnya.

Heri juga merinci bahwa profil pelanggan di Jombang saat ini didominasi oleh sektor rumah tangga dan pelaku usaha kecil dengan total mencapai sekitar 4.859 pelanggan.

Kepala Desa Pesantren Achmad Wahyudi beserta warganya, termasuk Nunuk Ainur Rohmah, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini karena dinilai mampu menghilangkan kekhawatiran warga melalui pemahaman teknis yang benar.

"Mengikuti acara ini sangat bermanfaat bagi saya, terutama jadi tahu cara menangani kalau ada bau gas atau kebocoran di dapur. Sekarang saya jadi lebih tenang dan paham langkah-langkahnya, ternyata cukup buka jendela dan lapor ke petugas kalau ada kendala," kata Nunuk.

Selain edukasi keselamatan, PGN turut memperkenalkan aplikasi PGN Mobile yang memungkinkan pelanggan melakukan pencatatan meter mandiri secara digital. Transformasi ini diharapkan dapat memberikan kontrol penuh kepada masyarakat atas pemakaian energi harian mereka secara praktis dan modern di tengah dinamika ketersediaan energi nasional.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026