Logo Header Antaranews Jogja

Komando pusat AS minta senjata hipersonik untuk serangan ke Iran

Kamis, 30 April 2026 12:45 WIB
Image Print
Unggahan yang menarasikan Iran dan Amerika bekerja sama merekayasa perang demi minyak. Faktanya, pernyataan tersebut tidak berdasar. (Instagram)

Washington (ANTARA) - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) telah meminta rudal hipersonik Dark Eagle untuk kemungkinan digunakan terhadap Iran, demikian dilaporkan kantor berita Bloomberg.

Permintaan tersebut dikaitkan dengan pemindahan sistem peluncur Iran ke luar jangkauan rudal Serangan Presisi (Precision Strike) yang mampu menyerang target hingga lebih dari 300 mil (sekitar 480 kilometer).

Belum ada keputusan yang diambil terkait permintaan itu, menurut laporan Bloomberg. Jika disetujui, hal ini akan menjadi pengerahan pertama rudal hipersonik Amerika Serikat.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Baca juga: Trump sebut Raja Charles III akan bantu AS dalam operasi di Iran

Baca juga: Kapal tanker Jepang berhasil lewati Selat Hormuz

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Pada 11 April, Iran dan Amerika Serikat menggelar pembicaraan di Islamabad setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Teheran mengenai gencatan senjata selama dua pekan.

Pada 12 April, kepala delegasi Amerika Serikat, Wakil Presiden JD Vance, menyatakan bahwa Iran dan Amerika Serikat gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan tersebut.

Delegasi Amerika Serikat kembali ke negaranya tanpa menghasilkan kesepakatan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA







Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komando pusat AS minta senjata hipersonik untuk serangan ke Iran



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026