Logo Header Antaranews Jogja

Shin Tae-yong berharap dapat transfer ilmu ke F7 Indonesia

Kamis, 30 April 2026 23:35 WIB
Image Print
Mantan pelatih timnas sepak bola Indonesia Shin Tae-yong (STY) resmi melanjutkan kariernya di tanah air sebagai penasihat teknik (technical advisory) untuk timnas Indonesia Football 7 (F7). Momen peresmian ini bersamaan dengan dideklarasikannya Federasi F7 Indonesia ini yang diketuai oleh Dudung Abdurachman di Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)

Jakarta (ANTARA) - Penasihat teknik timnas Football 7 (F7) Indonesia Shin Tae-yong) berharap dapat mentransfer ilmu yang didapatkannya selama lima tahun melatih timnas sepak bola Indonesia kepada pemain-pemain muda di F7 Indonesia.

Shin resmi enjadi penasihat teknik timnas F7 Indonesia, yang bersamaan dengan deklarasi Federasi F7 Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis.

"Jadi, mungkin bisa menjadi dukungan yang baik untuk mentransfer ilmu saya kepada pemain-pemain muda di Football 7," kata dia.

Sejak datang di Indonesia pada awal 2020, Shin tak hanya melatih timnas senior Indonesia, namun juga memimpin tiga tim kelompok umur, yaitu tim U-19, tim U-20, dan tim U-23.

Dari setengah dekade waktunya di Indonesia, dia membawa Indonesia mencapai hal positif dalam beberapa ajang, seperti meloloskan tiga tim ke Piala Asia (U-20, U-23, senior), menempati peringkat keempat Piala Asia U-23 2024, meloloskan Indonesia ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, dan menembus babak 16 besar Piala Asia 2023.

"Saya juga sudah banyak belajar juga bagaimana bisa mengembangkan pemain-pemain muda dengan baik dan dengan cara apa. Apalagi saya sudah pernah berada di timnas Indonesia U-20, U-23, dan juga senior," kata pelatih asal Korea Selatan itu.

Salah dua aspek yang akan ia benahi di F7 Indonesia adalah memperbaiki aspek mental dan fisik para pemain, sesuatu yang juga dilakukannya di awal kedatangannya di tanah air.

"Kemampuan individual mereka sangat baik, tetapi tidak ada fisik yang baik. Sehingga, tidak bisa mengeluarkan atau menampilkan yang terbaik, meskipun punya kemampuan yang bagus," jelas pelatih berusia 55 tahun itu.

"Dengan berkembangnya Football 7 yang lapangannya kecil, dan mungkin, bermain di ruang yang lebih sempit. Sehingga, kita berkembang bersama."

"Karena adanya ajakan dari pak Dudung Abdurachman (Ketua Federasi F7 Indonesia) yang agresif, jadi saya sendiri pun akan berusaha semaksimal mungkin dengan agresif juga agar bisa mempermudah dan berkembang bersama di Football 7," tambah dia.

Agenda terdekat timnas Indonesia F7 adalah bertolak ke Roma, Italia, untuk mengikuti Intercontinental Cup pada 30 Juli sampai 2 Agustus 2026.

Turnamen ini diselenggarakan oleh induk sepak bola 7v7, yaitu International Football 7 Federation (FIF7).

Menuju turnamen ini, timnas Indonesia F7 akan dilatih Socrates Matulessy sebagai pelatih kepala.

Mantan pemain futsal Indonesia itu akan dibantu oleh Difa Aryandra Zhafran sebagai asisten pelatih, Alfonsius Kelvan sebagai pelatih kiper, Reyhan Airlangga sebagai strength and conditioning coach, Asep Aziz sebagai fisioterapis, dan Yusuf Maulana sebagai additional coaching staf.

Socrates mengatakan peran Shin dalam turnamen terdekat adalah membantunya dalam memilih kriteria pemain yang tepat.

"Mungkin kalau milih pemain, nanti yang milih mungkin saya, tapi dari kriteria beliau. Yang dia bilang kriteria seperti ini, ini, ini, baru saya lihat tuh di lapangan seperti apa baru saya lapor lagi ke dia gitu," kata dia.

"Jadi bantuan dari Coach Shin ini menurut saya sih bagus banget untuk perkembangan mini soccer di Indonesia karena dia punya pengalaman, punya filosofi di sepak bola mungkin bisa membawa mini soccer ini bisa lebih baik lagi ke depannya," jelas pelatih yang dulunya pemain timnas futsal Indonesia itu.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Shin Tae-yong berharap dapat transfer ilmu ke F7 Indonesia



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026