
Puluhan pekerja informal DIY menggelar yoga bersama peringati May Day

Yogyakarta (ANTARA) - Puluhan perempuan dari beberapa serikat pekerja informal yang tergabung dalam Jaringan Advokasi Melindungi Pekerja Informal (JAMPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar yoga bersama saat aksi May Day (Hari Buruh Internasional) 2026 di halaman DPRD provinsi setempat, Jumat.
Yoga bersama dipilih sebagai bagian dari aksi simpatik untuk menjaga kesehatan sekaligus mengurangi tekanan yang dialami perempuan pekerja informal tersebut diikuti pekerja rumah tangga, buruh gendong, perempuan pekerja rumahan, pekerja mandiri, serta purna migran.
"Yoga, selain untuk sehat, apalagi perempuan, itu penting," kata Koordinator Umum aksi JAMPI DIY Hikmah Diniah.
Menurut dia, banyak pekerja informal menghadapi tekanan ekonomi akibat pekerjaan yang tidak pasti, penghasilan menurun, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta kebutuhan keluarga yang terus bertambah.
"Kondisi tersebut membuat sebagian pekerja informal mengalami tekanan psikologis, karena kesulitan mencari pekerjaan baru dan memenuhi kebutuhan harian, di tengah kesulitan mereka, pekerjaannya juga tidak ada," katanya.
Ia mengatakan yoga dalam aksi May Day tersebut menjadi ruang bagi pekerja informal untuk melepas penat sekaligus memperkuat kebersamaan antaranggota serikat.
"Kami memilih yoga sebagai healing, sebagai bentuk untuk menyemangati lagi kebersamaan," katanya.
Hikmah mengatakan kegiatan itu juga memberi kesempatan bagi pekerja informal, terutama perempuan, untuk sejenak beristirahat dari beban pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga.
Ia berharap kegiatan sederhana seperti yoga dapat membantu pekerja informal kembali bersemangat dalam menjalani keseharian di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah.
"Sehat, bisa ketawa, tersenyum, lupa sejenak, tapi berharap itu akan ada dampak sedikit-sedikit ke depan," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Puluhan pekerja informal DIY gelar yoga bersama peringati May Day
Pewarta : V001 dan Rahid Putra Laksana
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
