Logo Header Antaranews Jogja

Komisi A DPRD DIY: Danais 2026 harus jadi solusi masalah sampah dan stunting

Rabu, 6 Mei 2026 19:51 WIB
Image Print
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Yogyakarta (ANTARA) - Ketua Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Eko Suwanto menyebutkan alokasi Dana Keistimewaan (Danais) melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun 2026 harus menjadi solusi nyata bagi persoalan mendesak yang dihadapi warga khususnya terkait penanganan sampah dan stunting.

"Dari total pagu BKK Danais sebesar Rp312,2 miliar, sebagian besar diarahkan untuk memperkuat layanan publik di tingkat akar rumput, termasuk intervensi kesehatan dan lingkungan," kata Eko di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, Danais 2026 ini diharapkan mampu memperkuat layanan publik di tingkat daerah, terutama untuk isu strategis seperti penanganan stunting dan pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta.

"Selain itu, juga untuk urusan kebudayaan, pertanahan, kelembagaan, dan tata ruang," katanya.

Ia mengatakan, dari total anggaran, BKK untuk kabupaten/kota se-DIY mencapai Rp168,837 miliar dengan rincian Kota Yogyakarta memperoleh Rp41.30 miliar; Kabupaten Bantul Rp42,41 miliar; Kabupaten Kulon Progo Rp37,14 miliar; Kabupaten Gunungkidul Rp26,75 miliar; dan Kabupaten Sleman Rp21,20 miliar.

"Sementara BKK untuk kelurahan mencapai Rp143,41 miliar yang terbagi untuk Kabupaten Bantul sebesar Rp29,73 miliar; Kabupaten Kulon Progo Rp24,32 miliar; Kabupaten Gunungkidul Rp53,88 miliar; dan Kabupaten Sleman Rp35,47 miliar, khusus untuk Kota Yogyakarta, Pemda DIY juga mengalokasikan anggaran tematik," katanya.

Eko Suwanto menegaskan pengawasan terhadap penggunaan anggaran akan menjadi perhatian DPRD DIY agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Pelaksanaan program harus transparan dan akuntabel. Kami di DPRD DIY akan memastikan dana tersebut benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat," katanya.

Ia mengatakan, sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci agar program-program yang didanai melalui Dana Keistimewaan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026