
Kawitan Exhibition hadirkan akar budaya Banyuwangi di Yogyakarta

Yogyakarta (ANTARA) - Empat perupa muda asal Banyuwangi menghadirkan akar budaya Blambangan melalui pameran seni rupa bertajuk “Kawitan Exhibition” di Yogyakarta.
Pameran tersebut dibuka di Rumah Jala Production, Bantul, Kamis (7/5/2026) dan berlangsung hingga 11 Mei 2026 dengan menampilkan karya empat perupa muda, Romy Alva, Yazid Ibrahim, Wildhan Athillah, dan Fajar David.
Salah seorang pameris, Yazid Ibrahim yang biasa disapa Bram, mengatakan “Kawitan Exhibition” menjadi awal bagi para perupa muda Banyuwangi yang tergabung dalam kolektif Republik Deles untuk membangun kolektif seni rupa dengan akar budaya Banyuwangi di Yogyakarta.
“Kita beri tajuk ‘Kawitan’ karena ini awal mula kita berkolektif, anak-anak Banyuwangi berkolektif dalam rupa,” kata Bram.
Menurut dia, para perupa muda Banyuwangi dalam pameran itu mencoba memperluas ruang berkarya di luar daerah asal, termasuk membaca medan seni rupa di Yogyakarta.
“Kami ingin mencoba mengarungi medan seni rupa, belajar lebih jauh, berkolektif, dan mengetahui arus-arus yang ada di area lain, tidak hanya di Banyuwangi,” katanya.
Bram mengatakan pameran itu juga menjadi upaya membawa identitas Banyuwangi ke dalam bahasa seni rupa, di tengah ekspresi budaya Banyuwangi yang selama ini lebih banyak dikenal melalui seni pertunjukan.
Pembuka pameran Venzha Christ, seniman media baru yang lahir di Banyuwangi dan pendiri House of Natural Fiber (HONF), mengatakan keberanian perupa muda Banyuwangi menggelar pameran di Yogyakarta patut diapresiasi karena representasi Banyuwangi dalam seni rupa masih belum banyak terlihat.
“Saya sangat bangga karena yang muda sangat jarang punya keberanian untuk langsung berpameran di Jogja,” kata Venzha.
Ia mengatakan Banyuwangi memiliki banyak unsur budaya yang dapat diolah dalam praktik seni rupa, mulai dari sejarah Blambangan, bahasa Osing, Barong, hingga tradisi lokal lain.
“Mereka menapaki akarnya, belajar tentang sejarah budaya Blambangan, bahasa Osing, Barong, dan banyak variabel dalam kebudayaan Banyuwangi yang menarik diangkat dalam ranah seni rupa,” katanya.
Pameran yang juga menjadi bagian dari peringatan ulang tahun ketiga Jala Production itu dapat dikunjungi pada 7-11 Mei 2026 pukul 14.00-19.00 WIB di Rumah Jala Production, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta.
Pewarta : V001 dan Rahid Putra Laksana
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
