Logo Header Antaranews Jogja

Pemkot Yogyakarta pastikan stok hewan kurban kebutuhan Idul Adha terpenuhi

Jumat, 8 Mei 2026 19:41 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan saat memantau ternak di peternakan wilayah Kota Yogyakarta. Jumat (8/5/2026) (ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan stok atau ketersediaan hewan kurban di pedagang maupun peternakan daerah ini untuk kebutuhan Idul Adha 1447 Hijriah terpenuhi meskipun ternaknya harus didatangkan dari luar daerah.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan usai pemantauan hewan di Peternakan UD Segar Farm Yogyakarta, Jumat, mengatakan secara umum stok hewan kurban aman, setelah pasokan dipenuhi dari berbagai daerah seperti Madura, Bali, dan wilayah lain luar Yogyakarta.

"Kalau kebutuhan hewan dari lokal sendiri memang tidak cukup, sehingga kita mengambil dari Madura, Bali, dan daerah lain. InsyaAllah semuanya bisa terpenuhi," katanya.

Menurut dia, pemantauan ternak bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, dan TPID Yogyakarta selain memastikan ketersediaan stok, juga melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban untuk mengantisipasi penyakit hewan menular seperti antraks.

"Tadi dari Balai Veteriner Wates Yogyakarta juga sudah siap untuk cek laboratoriumnya. Jadi semuanya kita upayakan untuk mengantisipasi supaya hewan tersebut layak dipotong," katanya.

Meskipun demikian, Wakil Wali Kota mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru membeli hewan kurban, dan memilih tempat penjualan yang sudah terpantau kesehatannya.

Hewan kurban yang telah dipastikan kesehatan dan memenuhi syarat untuk dipotong pada hari raya Idul Adha, telah dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), sehingga masyarakat bisa mengecek.

"Masyarakat tidak perlu buru-buru karena stok terkendali. Cari tempat yang memang sudah terkontrol kesehatan hewannya, sehingga hewan yang dibeli sesuai harapan," katanya.

Sementara itu, terkait dengan tren pembelian hewan kurban di Kota Yogyakarta, kata dia, mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya sapi menjadi pilihan utama, masyarakat cenderung beralih ke kambing dan domba.

Menurut dia, pergeseran pembelian hewan kurban tersebut terjadi akibat kenaikan harga sapi dan melemahnya daya beli masyarakat.

"Kalau harga sapi itu sekitar Rp24 juta sampai Rp70 jutaan per ekor, dan yang paling banyak permintaan itu di harga kisaran Rp25 juta. Tapi memang ada penurunan dan pergeseran dari sapi ke kambing atau domba," katanya.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026