Logo Header Antaranews Jogja

PDI Perjuangan Yogyakarta gelar lomba memasak bahan makanan pendamping beras

Senin, 11 Mei 2026 06:57 WIB
Image Print
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Darini pada lomba memasak sehat dengan fokus inovasi menu pangan pengganti beras guna memperkuat ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. ANTARA/Ist

Yogyakarta (ANTARA) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menggelar lomba memasak sehat dengan fokus inovasi menu pangan pengganti beras guna memperkuat ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Darini menjelaskan lomba ini bertujuan untuk mengajak masyarakat melirik kembali kekayaan pangan lokal non-beras yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kita ingin menularkan kesadaran kepada masyarakat bahwa sumber pangan kita sangat banyak, mulai dari kentang, telo (singkong/ubi), dan berbagai jenis umbi-umbian lainnya,” kata Darini di sela-sela acara lomba memasak, di Yogyakarta, Sabtu (9/5).

Menurut Darini yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta ini bahwa tantangan terbesar saat ini adalah budaya masyarakat yang merasa belum makan jika belum mengonsumsi nasi.

Oleh karena itu, melalui kreativitas olahan pangan dalam lomba ini, diharapkan pola pikir tersebut dapat bergeser secara perlahan dan adanya gerakan yang masif untuk membiasakan konsumsi pangan pendamping beras guna memutus ketergantungan tersebut.

"Jika kita sudah mulai membiasakan diri, kita akan merasakan bahwa sumber pangan lain seperti kentang atau telo ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga sangat enak dan kaya akan gizi,” lanjutnya.

Darini menambahkan bahwa kembali ke pangan alami yang beragam merupakan solusi strategis dalam membangun imunitas tubuh di tengah meningkatnya tren penyakit tidak menular.

“Dengan konsumsi pangan yang beragam dan bergizi, kita berharap dapat mewujudkan generasi masyarakat Yogyakarta yang lebih sehat dan tangguh,” tegasnya.

Acara yang berlangsung di wilayah Penembahan, Kemantren Kraton ini diikuti oleh kaum perempuan, khususnya ibu-ibu, yang menyulap bahan sederhana menjadi hidangan kreatif seperti olahan tiwul modern serta menu lain berbahan dasar umbi-umbian.

Darini berharap semangat dari para peserta di wilayah Kraton ini dapat menjadi pemantik bagi wilayah lain di Kota Yogyakarta untuk menjadikan diversifikasi pangan sebagai gaya hidup baru yang berkelanjutan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Eko Suwanto dalam kesempatan terpisah menambahkan kegiatan tersebut merupakan langkah konkret untuk mendorong kedaulatan pangan, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan sawah.

"Kita berharap Pemkot dapat memfasilitasi berbagai aktifitas pertanian perkotaan yang mampu wujudkan kedaulatan pangan. Pemkot dapat ajak partisipasi para ahli dan praktisi pertanian perkotaan untuk merumuskan kebijakan ini. Juga dapat memfasilitasi masyarakat untuk menanam dengan teknologi yang canggih dan atau teknologi tepat guna. Tentu harus didukung anggaran yang memadai," ujar Eko Suwanto.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026