Logo Header Antaranews Jogja

Kemendikdasmen: PIP buat murid di Yogyakarta bertahan sekolah

Senin, 11 Mei 2026 20:19 WIB
Image Print
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meninjau kegiatan belajar mengajar di salah satu kelas di SD Negeri Lempuyangan 1, Kota Yogyakarta, Provinsi DIY pada Minggu (10/5/2026). ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) menghadirkan dampak nyata di Kota Yogyakarta, Provinsi DIY karena berhasil memastikan keberlangsungan pendidikan murid dari keluarga kurang mampu.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan PIP memang memiliki dua tujuan utama, yakni memutus rantai kemiskinan dan mencegah anak putus sekolah karena alasan ekonomi.

“Program PIP diluncurkan dengan dua tujuan utama, yang pertama adalah untuk memutus rantai kemiskinan dan yang kedua juga untuk memutus anak putus sekolah dengan alasan ekonomi,” ujar Wamendikdasmen Atip dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Senin.

Ia menambahkan berbagai evaluasi terus dilakukan agar pelaksanaan PIP semakin tepat sasaran, transparan, dan efektif.

Perbaikan sistem penyaluran, kata dia, menjadi bagian penting dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak atas pendidikan yang bermutu.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SD Negeri Lempuyangan 1 Giyoto menjelaskan PIP menjadi salah satu program yang sangat membantu peserta didik dari keluarga rentan agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Pada tahun 2025, ia menyebutkan tercatat sebanyak 222 siswa menerima manfaat PIP, sementara hingga Mei 2026, terdapat 20 siswa penerima yang tersebar dari kelas 1 hingga kelas 6.

Di balik data tersebut, kata dia, tersimpan kisah perubahan seorang siswa yang sempat kehilangan semangat belajar.

Giyoto menceritakan salah satu muridnya yang disamarkan dengan inisial S sempat sering tidak masuk sekolah hingga lima sampai enam hari dalam sebulan.

Pihaknya lantas melakukan berbagai upaya melalui home visit untuk membangun kembali motivasi belajarnya, termasuk memberikan pendampingan terkait Program Indonesia Pintar.

Sejak saat itu, ia mengatakan siswa tersebut mulai lebih rajin hadir di sekolah dan kembali percaya diri mengikuti pembelajaran.

Kepala SMP Negeri 15 Yogyakarta Siswanto pun menyampaikan kisah serupa, bahwa terdapat sekitar 67 murid penerima manfaat PIP di sekolahnya.

Ia menilai program tersebut efektif dalam membantu kebutuhan pendidikan siswa, mulai dari pembelian buku, seragam, hingga biaya transportasi.

Menurut Siswanto pula, PIP menjadi salah satu program penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap percaya diri dan termotivasi dalam belajar.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikdasmen: PIP buat murid di Yogyakarta bertahan sekolah



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026