
Peternak ikan patin Bantul menyuplai kebutuhan bahan baku MBG

Yogyakarta (ANTARA) - Kelompok pembudidaya ikan patin Dusun Ponggok, Kalurahan Trimulyo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyuplai kebutuhan bahan baku untuk menu program makan bergizi gratis (MBG).
Pendamping Kelompok Mina Ponggok Sejahtera Pandu Adiputra di Bantul, Selasa, mengatakan hasil panen berupa ikan patin, sebagian besar diperuntukkan bagi suplai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah setempat.
"Hasil panen patin tersebut diproses di pabrik untuk dijadikan filet ikan. Filet itu kemudian untuk menyuplai kebutuhan pasar terutama bahan baku menu MBG," katanya.
Selain untuk mendukung program pemerintah, kata dia, hasil perikanan budidaya air tawar kelompok peternak ikan juga diambil oleh tengkulak dan pasar tradisional untuk dijual ke konsumen.
Lebih lanjut dia mengatakan, bibit ikan patin kelompok pembudidaya patin didatangkan langsung dari wilayah Jawa Barat, yang selanjutnya, bibit-bibit tersebut dibesarkan hingga menjadi ikan ukuran konsumsi.
"Bibitnya sendiri dari Subang, Bogor, dan Bekasi. Kebetulan untuk wilayah DIY dan Jateng (Jawa Tengah), pemijahan (proses perkawinan ikan), patin belum terlalu familiar seperi lele atau nila," katanya.
Dengan demikian, kata dia, bibit ikan yang berukuran tiga sampai empat centimeter dimasukkan dalam boks, selanjutnya ketika ukurannya telah tumbuh lima sampai enam cm baru masuk ke kolam besar.
Meski begitu, kata dia, kelompok masih menemui kendala utama seperti ukuran kolam yang kurang luas, hal ini disebabkan karena keterbatasan lahan yang dimiliki.
"Kalau idealnya itu per meter kubiknya hanya ada 15-20 ikan. Tapi luas kolam di sini hanya 15-17 meter persegi, dengan kedalaman 1,5 meter. Dan itu diisi bibit ikan patin sebanyak 8 ribu ekor. Kurang lebih survival rate (tingkat kelulushidupan) itu 90 persen. Jadi 10 persennya mati," katanya.
Pihaknya berharap, agar usaha budidaya ikan patin kelompok dapat semakin berkembang. Sehingga, hasilnya juga dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
"Kami ini swadaya dan ingin berkembang di bidang usaha ini. Tujuannya yakni agar bermanfaat dan hasil akhirnya itu kemajuan ekonomi masyarakat," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
