
DIY pastikan ketersediaan dan kesehatan hewan kurban jelang Idul Adha

Yogyakarta (ANTARA) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan ketersediaan hewan kurban mencukupi kebutuhan yang diimbangi dengan kualitas atau kesehatan ternak menghadapi Idul Adha 1447 Hijriah di daerah tersebut.
"Ketersediaan hewan kurban tidak hanya sekadar mencukupi secara kuantitas, namun kualitas hewan kurban juga menjadi prioritas utama melalui pengawasan yang sangat ketat," kata Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Eling Priswanto saat meninjau peternakan sapi di Kulon Progo, Selasa.
Dia mengatakan Kulon Progo mematok standar tinggi untuk kesehatan hewan kurban. Langkah itu dicapai melalui mekanisme skrining tiga lapis atau "triple screening" yang memastikan setiap ekor sapi yang beredar telah mendapatkan verifikasi secara medis.
Dia mengatakan pengawasan dimulai sejak di daerah asal, seperti Bali dan Madura, dilanjutkan dengan pemeriksaan di pintu masuk Pulau Jawa, hingga pemeriksaan final oleh tim medik veteriner saat tiba di kandang-kandang penampungan di Kulon Progo.
"Kulon Progo salah satu wilayah dengan pengawasan paling ketat. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Skrining ini krusial agar tidak ada hewan yang terindikasi penyakit menular," katanya.
Meskipun ketersediaan sapi pada kondisi surplus, katanya, harga di tingkat pedagang terpantau stabil. Untuk sapi jenis Bali, berkisar Rp71.000 per kilogram bobot hidup, relatif sama dengan harga pada tahun sebelumnya.
"Kestabilan ini dipicu oleh keseimbangan antara pasokan yang melimpah dengan permintaan masyarakat yang mulai meningkat," katanya.
Menurut dia, permintaan pasar menjelang Idul Adha didominasi sapi asal Bali dan Madura. Meski sapi lokal tetap menjadi penopang kebutuhan daging harian, untuk kebutuhan Hari Kurban masyarakat cenderung memilih sapi luar daerah karena faktor ukuran dan harga yang kompetitif.
"Secara keseluruhan, untuk wilayah DIY, stok sapi sangat mencukupi. Kami akan segera merekapitulasi data dari lima kabupaten dan satu kota untuk kemudian dipaparkan secara komprehensif," katanya.
Pihaknya berharap, melalui pengawasan yang terintegrasi antara TPID, Dinas Pertanian dan Pangan, serta peternak, pemerintah daerah optimis pelaksanaan kurban 2026 berjalan lancar dengan jaminan kualitas pangan yang terjaga bagi masyarakat.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
