Logo Header Antaranews Jogja

BNNP DIY kedepankan kearifan lokal dalam edukasi bahaya narkoba

Rabu, 13 Mei 2026 20:51 WIB
Image Print
Kepala BNNP DIY Faried Zulkarnain saat bersilaturahmi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu. ANTARA/HO-Humas Pemda DIY

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta mengedepankan pendekatan edukatif berbasis kearifan lokal budaya dalam edukasi pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, serta peredaran gelap narkotika (P4GN) di wilayah tersebut.

"Kita sudah dapat arahan dari Ngarso Dalem (Gubernur DIY) tentang bagaimana karakteristik masyarakat Yogyakarta, sehingga kita akan kedepankan kearifan lokal dan budaya Yogyakarta dalam edukasi tentang bahaya narkoba," kata Kepala BNNP DIY Faried Zulkarnain dalam pertemuan dengan Gubernur DIY di Kepatihan Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, dalam pelaksanaan pendekatan kearifan lokal tersebut, harapannya dapat diperkuat dengan sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat guna mewujudkan DIY yang bersih dari narkoba.

Dia mengatakan pertemuan dengan Gubernur DIY ini menjadi salah satu upaya memperkuat sinergi antara BNNP DIY bersama Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dalam menyukseskan program P4GN.

"Sehingga dengan adanya sinergi bersama Pemda DIY maupun instansi terkait, untuk bisa sama-sama bagaimana menciptakan, mewujudkan Yogyakarta ini bersinar, Yogyakarta yang bersih dari narkoba," katanya.

Dia mengatakan BNNP DIY akan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di DIY guna mencegah peredaran narkoba di lingkungan pendidikan. Kerja sama lintas sektor serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

BNNP DIY juga telah membentuk tim fasilitator di tingkat desa yang melibatkan pemerintah kelurahan, aparat keamanan seperti bhabinkamtibmas dan babinsa, serta elemen masyarakat setempat sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

"Kita upayakan dapat mengurangi, mudah-mudahan ini bisa kita capai. Memang cukup sulit untuk menghilangkan, tetapi setidak-tidaknya kita dapat mengurangi penyalahgunaan narkoba," katanya.

Lebih lanjut, Faried mengatakan perang terhadap narkoba tidak hanya dapat dijalankan oleh BNN dan pihak kepolisian, namun seluruh lapisan masyarakat mulai dari orang tua hingga instansi pendidikan dapat terlibat langsung dan mengawasi para generasi muda agar jauh dari jangkauan narkoba.

"Harapan kami tentunya masyarakat juga ikut berpartisipasi, termasuk orang tua dan guru-guru dalam pengawasan anak-anak sekarang ini. Tidak hanya di kepolisian maupun di BNN saja, tetapi seluruh lapisan masyarakat," katanya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026