Logo Header Antaranews Jogja

Yogyakarta dorong keterlibatan wisatawan dalam aktivitas masyarakat

Kamis, 14 Mei 2026 21:38 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan pada FGD Program Bule Mengajar di Kemantren Kotagede Yogyakarta. Rabu (13/5/2026). ANTARA/HO-Kominfosan Yogyakarta

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) Program Bule Mengajar di Kantor Kemantren Kotagede, sebagai upaya mendorong keterlibatan wisatawan yang berkunjung ke daerah itu dalam berbagai aktivitas masyarakat setempat.

"Pariwisata itu harus berdampak langsung kepada masyarakat. Wisatawan datang bukan hanya melihat-lihat, tetapi ikut berinteraksi, belajar budaya, masuk kampung, hingga berbagi ilmu," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan pada kegiatan FGD tersebut di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, dengan keterlibatan langsung di masyarakat melalui aktivitas berbagi pengalaman, mengajar bahasa, keterampilan, hingga wawasan global di sekolah maupun kampung wisata tersebut akan berdampak dari sisi ekonomi, sosial, dan pemberdayaan warga.

Selain itu, keterlibatan wisatawan dalam aktivitas masyarakat akan memperpanjang lama tinggal wisatawan, meningkatkan belanja produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal, sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi hingga tingkat kampung.

"Kalau wisatawan tinggal lebih lama, mereka makan di warung warga, membeli produk UMKM, ikut aktivitas kampung, maka manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.

Meski demikian, kata Wakil Wali Kota, wisatawan mancanegara yang datang ke destinasi wisata Yogyakarta tetap harus menghormati aturan, budaya, dan norma yang berlaku di masyarakat.

"Walaupun mereka tamu dan wisatawan, kita tetap harus punya prinsip. Mereka harus mengikuti aturan, budaya, dan norma yang dimiliki Yogyakarta. Jangan semuanya dibebaskan, karena identitas dan nilai budaya lokal tetap harus dijaga," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati mengatakan Program Bule Mengajar menjadi salah satu upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat dan keterlibatan kampung wisata.

Menurut dia, Program Bule Mengajar yang saat ini diterapkan di kawasan Kotagede sebagai percontohan dan akan terus dikembangkan ke kampung wisata lain di Kota Yogyakarta yang saat ini berjumlah 40 kampung wisata.

"Program ini tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat agar manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan lebih luas. Pilot project ini nantinya akan dikembangkan ke kampung-kampung wisata lain di Yogyakarta," katanya.

Konsep wisata berbasis pengalaman yang melibatkan wisatawan secara langsung dengan aktivitas masyarakat tersebut, juga dinilai mampu memperkuat identitas kampung wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

"Kami ingin seluruh kampung wisata memiliki ciri khas dan pengalaman unik yang bisa dirasakan wisatawan. Jadi dampaknya tidak hanya pada kunjungan wisata, tetapi juga pemberdayaan masyarakat di kampung," katanya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026