Logo Header Antaranews Jogja

Pengiriman TNI ke Lebanon harus dibantu intelijen memadai

Jumat, 15 Mei 2026 10:52 WIB
Image Print
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini di kompleks parlemen, Jakarta. ANTARA/HO-DPR RI/am.

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai bahwa pengiriman prajurit TNI yang baru ke Lebanon untuk bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), harus didukung dengan info intelijen yang memadai guna meminimalisir risiko keselamatan.

Dia mengatakan pengiriman prajurit TNI ke misi UNIFIL itu merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Maka dari itu, jangan sampai ada lagi prajurit TNI yang gugur seperti beberapa waktu lalu.

"Kami di Komisi I DPR RI mendukung langkah pemerintah terutama Kementerian Pertahanan dan TNI untuk terlibat dalam misi-misi perdamaian dunia yang dilakukan oleh PBB," kata Amelia di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan kesiapan ratusan personel TNI yang akan dikirim ke Lebanon harus dilakukan melalui mitigasi risiko yang terukur, mulai dari kesiapan personel, dukungan logistik, sistem perlindungan pasukan, hingga skenario evakuasi darurat apabila situasi keamanan di Lebanon mengalami eskalasi lebih lanjut.

Menurut dia, dinamika keamanan di perbatasan Israel-Lebanon masih sangat fluktuatif dan memerlukan pengawasan serta evaluasi berkala terhadap tingkat ancaman di lapangan.

TNI, kata dia, harus memastikan seluruh prajurit yang ditugaskan dalam misi tersebut telah dibekali aturan pelibatan atau rules of engagement, prosedur force protection, kemampuan menghadapi serangan asimetris, serta dukungan alutsista.

"Ini penting, karena jangan sampai peristiwa yang beberapa bulan lalu terjadi lagi dan menimpa prajurit kita yang sedang melaksanakan misi perdamaian PBB," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia akan mengirimkan 780 orang dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada 22 Mei 2026.

“Tanggal 22 (Mei 2026) rencananya. (Sebanyak) 780 orang (prajurit TNI berangkat ke UNIFIL),” kata Sugiono yang ditemui setelah pernyataan pers bersama antara Indonesia dan Singapura di Jakarta, Selasa (12/5).



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026