Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Bantul perketat pengawasan hewan kurban jelang Idul Adha

Minggu, 17 Mei 2026 17:15 WIB
Image Print
Petugas kesehatan hewan Bantul memeriksa kesehatan hewan kurban di kandang ternak Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memperketat pengawasan transportasi hewan ternak menjelang Hari Raya Kurban atau Idul Adha, untuk memastikan semua hewan kurban yang masuk terbebas dari penyakit.

Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo di Yogyakarta, Minggu, mengatakan belum mendapatkan laporan adanya temuan penyakit hewan ternak untuk kurban dari petugas lapangan dan dokter hewan.

"Belum ada juga (laporan) adanya ternak untuk hewan kurban yang tidak layak," kata Joko.

Ia mengatakan setiap pedagang yang menjual hewan kurban wajib mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk memastikan hewan yang dijual dalam kondisi sehat.

"Ini juga selalu diawasi oleh teman-teman yang bertugas, para pedagang pun siap semua SKKH-nya," kata Joko.

Sebagai bentuk pengawasan bersama, lanjut Joko, masyarakat yang akan membeli hewan kurban disarankan untuk meminta SKKH dari si penjual sebelum hewan ternak dibeli.

"Biar aman semuanya, biar nanti nyaman para shohibul juga tambah mantap beli," ucap Joko.

Menurutnya, pengetatan pengawasan transportasi hewan ternak perlu digalakkan karena daerah Bantul banyak mengambil hewan ternak dari luar daerah untuk mencukupi kebutuhan.

"Hewan ternak yang diambil dari luar itu mungkin sekitar 80 persen," katanya.

Meskipun kondisi kesehatan hewan ternak masih relatif aman, Joko mengajak untuk tetap waspada karena pengalaman tahun sebelumnya sempat muncul tren penyakit hewan ternak, seperti Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) hingga cacing hati.

"Cacing hati itu kan tergantung cara budi daya di asal ternakannya, terutama dari bakteri yang dibawa oleh hewan pada rumput untuk makanan ternak," kata Joko.

Obat cacing, lanjutnya, akan diberikan rutin setiap tiga hingga empat bulan untuk mencegah penyakit tersebut muncul di hewan ternak.

Selain cacing hati, Joko juga mengajak peternak untuk mewaspadai PMK yang beberapa tahun yang lalu sempat menjadi wabah penyakit hewan di Bantul.

"Tapi sekarang sudah terkendali, aman, dan kita melaksanakan vaksinasi yang sudah selesai bulan Maret kemarin," katanya.



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026