
Satpol PP DIY mengingatkan bahaya sengatan ubur-ubur di pantai selatan

Yogyakarta (ANTARA) - Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang bertugas menjaga kawasan Pantai Selatan mengingatkan bahaya sengatan ubur-ubur kepada wisatawan terutama pada masa peralihan musim dari hujan menuju kemarau.
"Anggota SRI dan Jogo Segoro selalu mengingatkan wisatawan untuk hati-hati terhadap ubur-ubur," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY Bagas Senoadji, di Yogyakarta, Senin.
Ia mengatakan imbauan tersebut diberikan terutama kepada anak-anak karena mereka banyak yang mengira ubur-ubur tidak berbahaya dan malah menarik untuk memegangnya.
"Bentuk ubur-ubur bagi anak-anak mungkin menarik untuk dipegang," kata Bagas.
Dalam liburan pekan ini, lanjutnya, ia mendapat laporan ada sebanyak tiga wisatawan di Pantai Sepanjang, Gunungkidul yang menjadi korban sengatan ubur-ubur pada Jumat (15/5).
"Ada juga satu orang terkena duri ikan di Pantai Sundak pada hari sebelumnya," katanya.
Ia menjelaskan kemunculan ubur-ubur di pantai merupakan fenomena musiman yang dipengaruhi oleh gelombang air laut.
Masa peralihan musim hujan ke kemarau, lanjut Bagas, mempengaruhi suhu air dan kemudian banyak ditemukan ubur-ubur yang terbawa arus hingga ke pantai.
"Ubur-ubur itu seringkali berbentuk seperti balon kecil berwarna biru hingga transparan," kata Bagas.
Sengatan dari ubur-ubur, lanjutnya, cukup berbahaya karena bisa menyebabkan rasa panas, gatal, hingga nyeri.
Pihaknya akan membuat spanduk tentang bahaya ubur-ubur di kawasan pantai sebagai upaya antisipatif agar tidak ada korban sengatan ubur-ubur.
"Dipasang di wilayah dua Gunungkidul dan wilayah empat di Bantul karena di sana yang banyak dikunjungi wisatawan," katanya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
