
drg Radinta Btari Aphrodita menjembatani informasi medis dan praktik parenting melalui pendekatan storytelling

Yogyakarta (ANTARA) - Dunia kesehatan dan pola asuh anak seringkali dipenuhi dengan istilah medis yang rumit dan informasi yang tumpang tindih. Di tengah tantangan tersebut, muncul sosok drg. Radinta Btari Aphrodita, M.M., seorang dokter gigi muda yang berhasil mencuri perhatian publik. Melalui akun Instagram pribadinya, @radintabtari, ia tidak hanya sekadar berbagi tips, melainkan menjadi jembatan informasi medis yang kredibel melalui pendekatan storytelling yang hangat dan mudah dipahami oleh para orang tua milenial.
Latar belakang pendidikan drg. Radinta merupakan perpaduan langka antara keahlian klinis dan kecakapan manajerial. Lulus sebagai dokter gigi dari Universitas Trisakti, ia langsung melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Prasetiya Mulya dengan fokus pada New Ventures Innovation. Tidak berhenti di sana, kecintaannya pada dunia anak membawanya meraih gelar Diploma Montessori dari Modern Montessori International (MMI) Indonesia serta sertifikasi sebagai Konselor Menyusui dari Sentra Laktasi Indonesia (SELASI).
Dalam sesi wawancara eksklusif, dokter yang akrab disapa Dinta ini mengungkapkan bahwa inspirasi terbesarnya adalah kedua orang tuanya. Tumbuh besar di lingkungan medis—dengan ibu sebagai pemilik klinik dan ayah sebagai dokter bedah sekaligus direktur rumah sakit—membuatnya terbiasa melihat dedikasi tinggi di dunia kesehatan. Ia terdorong untuk menyeimbangkan peran sebagai praktisi medis dengan tanggung jawab manajerial, yang kini ia terapkan sebagai Manager Operasional VIP Lounge di RS MMC Jakarta.
Titik balik kariernya sebagai edukator digital dimulai saat ia menjadi seorang ibu. "Saya merasa menjadi ibu itu tidak ada sekolahnya. Banyak informasi di media sosial yang kredibilitasnya belum jelas, yang justru memicu kekhawatiran," ujarnya. Berangkat dari kegelisahan tersebut, ia mulai mengemas informasi medis yang kaku menjadi konten yang relatable. Pendekatan ini terbukti efektif; ribuan pengikutnya kini menjadikan akun @radintabtari sebagai rujukan utama dalam merawat kesehatan gigi anak dan pola asuh.
Salah satu fokus utama yang sering ia angkat adalah masalah karies rampan atau gigi berlubang yang sangat cepat pada anak akibat kebiasaan minum susu botol hingga tertidur. Melalui video edukasi yang estetik namun berisi, drg. Radinta membedah mitos bahwa gigi susu tidak perlu dirawat karena akan tanggal dengan sendirinya. Ia menekankan bahwa gigi susu adalah penentu kesehatan gigi permanen di masa depan, sebuah pesan yang ia sampaikan secara konsisten tanpa kesan menggurui.
Keunikan drg. Radinta terletak pada integrasi metode Montessori dalam edukasi kesehatannya. Dengan prinsip "dari konkret ke abstrak, dari yang paling mudah ke yang paling sulit", ia memulai setiap bahasan dari kejadian sehari-hari yang dialami orang tua sebelum masuk ke penjelasan ilmiah yang mendalam. "Dengan latar belakang Diploma Montessori, saya berusaha membungkus data riset dan jurnal terbaru menjadi analogi kasus yang nyata. Tujuannya agar orang tua tidak merasa terintimidasi, melainkan merasa terbantu," katanya.
Meski memiliki jadwal yang padat antara praktik di Klinik Diponegoro Bekasi, mengurus manajemen rumah sakit, dan menjadi ibu bagi Zeca Zedina Gamal, drg. Radinta tetap konsisten menjaga kualitas kontennya. Baginya, disiplin to-do list harian adalah kunci. Namun, ia juga menekankan bahwa keseimbangan tidak harus berarti sempurna setiap hari, melainkan melakukan yang terbaik dalam setiap peran yang dijalani tanpa kehilangan jati diri sebagai perempuan.
Kredibilitasnya semakin diakui secara luas melalui berbagai kolaborasi strategis. Mulai dari tampil dalam iklan televisi (TVC) bersama Tasya Kamila untuk brand pasta gigi besar, hingga menjadi narasumber di ajang bergengsi seperti Indonesia Mom and Baby Expo. Kehadirannya di ruang publik, termasuk keterlibatannya dalam podcast viral bersama figur publik seperti Gitasav, menunjukkan bahwa pesan-pesan edukasinya mampu menembus berbagai lapisan audiens.
Tantangan terbesar yang ia hadapi di era digital adalah melawan mitos kesehatan yang sudah turun-temurun dan mendarah daging. Namun, drg. Radinta memilih untuk tetap tenang dan fokus pada edukasi berbasis bukti (evidence-based). Baginya, menjadi content creator medis bukan sekadar mengejar angka pengikut, melainkan upaya menurunkan angka masalah kesehatan gigi anak di Indonesia secara nyata melalui perubahan perilaku orang tua di rumah.
Sebagai penutup, drg. Radinta memberikan pesan kuat bagi para perempuan dan ibu muda yang ingin terus berkarya. "Cintai dirimu sendiri terlebih dahulu sebelum mengisi 'tangki cinta' keluarga. Pendidikan dan karya adalah cara kita menjaga jati diri," tuturnya penuh inspirasi. Harapannya sederhana namun mulia: terus menjadi jembatan informasi yang kredibel di bidang kedokteran gigi dan parenting, memberikan dampak positif bagi masa depan generasi Indonesia melalui literasi kesehatan yang tepat di akun @radintabtari.
Pewarta : SP
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
