
Pemkab Sleman menganggarkan Rp8,6 miliar untuk perbaikan jalan kalurahan

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengalokasikan anggaran Rp8,6 miliar untuk perbaikan jalan kalurahan (wilayah setingkat desa untuk kabupaten di DIY) di daerah itu pada 2026.
Di Kabupaten Sleman terdapat 86 kalurahan sehingga setiap kalurahan mendapat alokasi sebesar Rp100 juta.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman Sukarmin di Sleman, Selasa, mengatakan anggaran perbaikan jalan desa ini mengacu Perbub Nomor 16 Tahun 2026 tentang Pembangunan Jalan Desa oleh Pemkab Sleman.
'Pada tahun ini, Pemkab Sleman menganggarkan kegiatan pemeliharaan jalan kalurahan sebesar Rp8,6 miliar untuk untuk 86 kalurahan," kata Sukarmin.
Ia mengatakan saat ini, program pembangunan jalan desa sudah masuk tahap perencanaan design jalan, dan dijadwalkan pada 21 Mei ini akan selesai, rencana perbaikan jalan kalurahan dijadwalkan pada awal bulan Juni 2026.
Setiap kalirahan mendapatkan anggaran sebesar Rp100 juta untuk perbaikan jalan yang diusulkan. Hal ini diharapkan dapat membuat konektivitas desa semakin mudah dan maju, serta memperlancar mobilisasi alat, manusia dan barang.
"Harapannya dapat meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat," katanya.
Sukarmin mengatakan ruas perbaikan jalan disesuaikan dengan usulan lokasi prioritas dari masing-masing pemerintah kalurahan. Sementara DPUPKP akan akan melakukan verifikasi lapangan dan pengecekan kebutuhan pemeliharaannya.
Pembangunan jalan kalurahan ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, bisa dengan aspal atau cor beton.
"Misalnya kebutuhannya untuk nambal juga bisa. Intinya kami fleksibel untuk penanganan jalan," katanya.
Lebih lanjut, Sukarmin mengatakan bantuan stimulan aspal di kalurahan terakhir dijalankan pada 2010. Setelah program tersebut berhenti, belum ada lagi alokasi program serupa untuk menangani jalan kalurahan.
Kerusakan jalan yang terjadi dia sebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai dari beban kendaraan berlebih, curah hujan tinggi, kualitas material kurang baik, sistem drainase buruk, dan umur jalan yang sudah tua.
"Lewat bantuan ini, kami berharap konektivitas antar-kalurahan bisa semakin mudah. Termasuk bisa memperlancar mobilisasi alat, manusia dan barang sehingga dapat meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat," katanya.
Ia juga berharap adanya sinergi antara pemerintah kabupaten dengan kalurahan harapannya bisa memberi dampak positif.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan ketersediaan infrastruktur yang baik akan memudahkan kegiatan, mulai dari kegiatan sosial, ekonomi hingga pendidikan.
"Infrastruktur jalan adalah modal dasar kebutuhan masyarakat. Kalau jalannya halus aktivitas akan dimudahkan karena semua memerlukan," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
