Logo Header Antaranews Jogja

DPR minta pembinaan diutamakan cegah kericuhan suporter sepak bola

Rabu, 20 Mei 2026 14:17 WIB
Image Print
Wakil Ketua Komisi X DPR My Esti Wijayati (kanan) bersama Lalu Hadrian Irfani (kiri) memimpin rapat kerja dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Rapat tersebut membahas evaluasi pelaksanaan program strategis nasional, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan penjelasan mengenai Surat Edaran Medikdasmen nomor 7 Tahun 2026. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hma (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati meminta agar pendekatan melalui pembinaan diutamakan baik oleh pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga maupun Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mencegah kericuhan suporter sepak bola Indonesia.

"Ke depan, pendekatan yang dibangun tidak boleh hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga pembinaan dan transformasi budaya sepak bola nasional," kata Esti Wijayati dikutip dari laman media sosial resmi DPR RI di Jakarta, Rabu.

Ia menyoroti sejumlah insiden kericuhan suporter yang kembali mewarnai kompetisi Liga Indonesia seperti kerusuhan suporter dan perusakan fasilitas usai laga Persipura lawan Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, penyalaan flare yang mengganggu keamanan laga di Sleman, Yogyakarta.

Komisi X menaruh perhatian serius terhadap insiden itu karena berpotensi mencoreng citra sepak bola nasional di tengah proses pembenahan tata kelola kompetisi pascaevaluasi FIFA.

Pembenahan sistem keamanan pertandingan dinilai harus terus diperkuat agar sepak bola Indonesia berjalan profesional dan kondusif.

Baca juga: Menpora sebut Piala Presiden 2026 jadi bukti sepak bola satukan bangsa

Esti mengatakan bahwa energi besar dari suporter dan generasi muda harus diarahkan menjadi kekuatan positif untuk membangun sepak bola nasional yang berprestasi.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong langkah konkret dengan meminta pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga mengevaluasi tata kelola kompetisi nasional.

Selain itu, menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak yang lalai, serta meninjau ulang efektivitas pengawasan federasi, serta memastikan sistem keamanan pertandingan berjalan optimal.

Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian Irfani mendorong adanya langkah evaluasi total jika diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang lagi ke depan.

"Kalau memang pengurus harus dievaluasi total, ya evaluasi pengurusnya supaya selesai. Kemenpora harus mengevaluasi pengurus PSSI Ya, kalau ternyata kepengurusan hari ini dianggap tidak mampu menuntaskan persoalan sepak bola Indonesia," katanya.

Ia juga meminta PSSI mengambil tindakan tegas baik berupa skorsing maupun hukuman lain kepada klub yang melakukan kerusuhan.

Baca juga: PSSI jatuhkan lima sanksi sekaligus kepada Persipura Jayapura





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: DPR minta pembinaan diutamakan cegah kericuhan suporter sepak bola



Pewarta :
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026