Logo Header Antaranews Jogja

DLH Sleman; Warga menggunakan kemasan ramah lingkungan distribusi daging

Kamis, 21 Mei 2026 20:55 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Sugeng Riyadi. ANTARA/Sutarmi

Sleman (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau masyarakat dan takmir masjid menggunakan kemasan ramah lingkungan saat pembagian daging kurban untuk meminimalisasi limbah plastik di wilayah itu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Sugeng Riyadi di Sleman, Kamis, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman untuk penyediaan kemasan dalam bentuk besek karena ramah lingkungan

Besek adalah kerajinan berbahan baku bambu yang dianyam.

"Kemasan besek ini disamping ramah lingkungan, harapannya dari Disperindag ini juga akan meningkatkan omzet perajin-perajin besek. Ini nanti bisa diambil di sana. Yang jelas, kami dari sisi kami silakan untuk ini bisa nanti menjadi alternatif untuk wadah ataupun kemasan daging hewan kurban. Kami juga mengharapkan atau meminta untuk tidak menggunakan kemasan plastik sekali pakai," kata dia.

Ia menyarankan penggunaan daun jati untuk membungkus daging kurban. Pada musim seperti saat ini, daun jati lebar-lebar sehingga bisa digunakan untuk membungkus daging.

"Alternatif ini bisa dipertimbangkan untuk kemasan pembungkus untuk wadah daging kurban," katanya.

Selain itu, katanya, ada kemasan-kemasan disediakan, yakni kemasan yang bisa diguna ulang bisa dipakai ulang berkali-kali itu. Meskipun kemasan "tin wall" juga tidak serta-merta umurnya panjang tetapi kalau memang itu sudah tidak layak lagi, saatnya dimusnahkan atau tidak dipakai lagi.

"Setidaknya ini sudah mengurangi dari timbulan sampah plastik yang ketika kebanyakan kita seringkali dari sisi praktisnya itu adalah plastik. Tetapi kami dari Dinas Lingkungan Hidup mengajak kepada masyarakat pada penyelenggara penyembelihan wadah kurban untuk penggunaan kantong plastik sekali pakai ini untuk dihindari," katanya.

Sugeng mengatakan saat ini, DLH sedang menyusun draf surat edaran tentang pembagian daging kurban bebas plastik dan ramah lingkungan. Hal ini untuk mengurangi sampah plastik di Sleman yang kondisinya terus meningkat.

"Sekali lagi, kita ada beberapa alternatif untuk penggunaan kemasan ramah lingkungan mulai dari besek, kemudian daun jati, kemudian tadi 'tin wall' yang bisa digunakan ulang ataupun kemasan yang lain ramah lingkungan. Ini dari sisi kemasan ketika nanti pembagian daging kurban kepada masyarakat seperti itu. Harapan kami nanti bisa terlaksana dan itu sekaligus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat penyelenggaraan kurban tahun 2026 ini yang ramah lingkungan," katanya.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026