
Kemendikdasmen perluas sertifikasi bahasa asing untuk murid SMK

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) siap menyelenggarakan Sertifikasi Bahasa Asing Murid SMK Tahun 2026 guna membuka peluang lebih besar bagi para murid SMK yang ingin bekerja maupun melanjutkan studi hingga ke luar negeri.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan murid SMK memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia, termasuk di tingkat global.
“Kami ingin lulusan SMK Indonesia memiliki kompetensi global dan mampu bersaing di dunia internasional. Mereka harus siap bekerja, berkarya, dan menunjukkan kualitas anak bangsa di manapun berada,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat.
Program ini siap dijalankan melalui dua skema utama. Pertama, sertifikasi Bahasa Asing Non-Bahasa Inggris yang mencakup Bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan Prancis.
Program Sertifikasi Bahasa Asing–Non Bahasa Inggris Murid SMK Tahun 2026 ini telah memberikan akses dan menjangkau kepada lebih dari 120 SMK dengan sasaran lebih dari 13 ribu murid di berbagai daerah di Indonesia.
Kedua, Skema Sertifikasi Bahasa Inggris melalui sertifikasi TOEIC. Pemerintah menargetkan sekitar 170 ribu murid dari lebih dari 800 SMK di seluruh Indonesia.
Guna mendukung pelaksanaan program, Kemendikdasmen menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Bahasa Asing Murid SMK Tahun 2026 Tahap 2.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan dunia kerja saat ini tidak lagi hanya melihat ijazah, namun juga kemampuan berkomunikasi dan kesiapan beradaptasi di lingkungan global.
“Bahasa menjadi jembatan masa depan. Karena itu lulusan SMK harus percaya diri untuk bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga internasional,” ujarnya.
Menurut Tatang, pemerintah ingin memastikan lulusan SMK benar-benar siap menghadapi tantangan dunia kerja modern, tidak hanya memiliki keterampilan teknis sesuai bidangnya, namun juga memiliki kemampuan bahasa asing dan soft skill yang kuat.
Ia menambahkan sertifikasi bahasa asing dihadirkan sebagai “paspor global” agar murid SMK memiliki peluang lebih besar untuk bekerja, magang, maupun melanjutkan studi ke luar negeri.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikdasmen perluas sertifikasi bahasa asing untuk murid SMK
Pewarta : Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
