
DIY menyusun katalog desain batik untuk dikenalkan ke mancanegara

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta sedang menyusun katalog yang memuat beragam desain batik khas Yogyakarta untuk dikenalkan ke mancanegara melalui berbagai kunjungan kerja maupun penerimaan delegasi luar negeri.
"Kami menyiapkan katalog-katalog batik khas kita, desain-desain batik kita bisa kita kirimkan ke mancanegara juga," kata Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Pemda DIY Iwan Pramana di Yogyakarta, Sabtu.
Dengan demikian, kata dia, masyarakat mancanegara juga bisa mengenal batik yang ada di Yogyakarta, termasuk rancang motif baru sehingga tidak hanya klasik saja, namun juga modern.
"Ke depan bagaimana kita kolaborasi dengan perwakilan-perwakilan dagang kita di luar negeri. Apalagi belum lama ini, kebetulan waktu saya sempat mendampingi Pak Wagub (Wakil Gubernur), ada kunjungan tamu dari New York juga," katanya.
Diakui masyarakat mancanegara belum sepenuhnya mengenal batik khas Yogyakarta, meskipun batik telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO, sehingga kampanye batik ke luar negeri juga digalakkan melalui ajang budaya.
"Kalau secara kampanye untuk misi diplomasi budaya ini juga bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY kan sering keluar negeri bersama Dinas Kebudayaan juga," katanya.
Ia mengatakan apalagi seperti yang disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, bagaimana DIY menjadi pusat fesyen dunia juga, kemudian Yogyakarta juga punya agenda Jogja Fashion Week.
"Nah ini bagaimana nanti batik juga di sana (mancanegara) dijadikan sebagai salah satu daya tarik untuk fesyen ke depannya. Jadi bukan saja sebagai suvenir, cenderamata, tapi juga fesyen," katanya.
Dengan demikian, kata dia, nantinya Pemda DIY juga bekerja sama dengan perwakilan-perwakilan pemerintah Indonesia yang ada di luar negeri dalam mengenalkan batik Yogyakarta.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
