
DPKP DIY: Dua kabupaten surplus ternak hewan kurban

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan bahwa dua kabupaten di provinsi ini mengalami surplus ternak sehingga menjadi pemasok kebutuhan hewan kurban untuk daerah tetangga.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP DIY Agung Ludiro di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan selama pemantauan hewan kurban dua minggu yang lalu, secara stok baik sapi maupun kambing di wilayah DIY sangat mencukupi.
"Untuk yang sangat surplus itu di Kabupaten Gunung Kidul dan Kulon Progo. Jadi dua kabupaten itu jadi penyangga untuk beberapa kabupaten/kota di wilayah DIY, khususnya di Kota Yogyakarta," katanya.
Dia juga mengatakan dari hasil pemantauan secara kondisi kesehatan hewan kurban sangat baik, karena tim dari kabupaten, kota dan dari Balai Besar Veteriner juga menjalankan prosedur yang sangat ketat terkait dengan kesehatan hewan.
"Kami pastikan hewan kurban yang beredar di DIY dalam kondisi yang cukup aman. Jadi dari sisi kesehatan sudah aman dan kualitas juga bisa dikatakan sangat bagus," katanya.
Ia mengatakan terlebih ternak hewan kurban yang didatangkan dari luar DIY, kesehatan hewan telah dipastikan daerah asal kemudian masuk ke Jawa maupun sampai ke wilayah DIY semua surat kesehatan hewan harus lengkap.
"Sampai sini pun nanti untuk beberapa hari sampai pelaksanaan kurban juga rutin didatangi tenaga-tenaga kesehatan untuk memastikan hewan yang beredar itu layak untuk diperjualbelikan, diperdagangkan," katanya.
Sedangkan terkait dengan harga ternak menjelang Idul Adha 2026, kata dia, sedikit mengalami kenaikan, tetapi tidak signifikan meskipun biaya transportasi pengiriman dari daerah asal dipengaruhi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
"Memang kalau kenaikan harga ada, tapi tidak signifikan. Jadi, meskipun kemarin saya tanya ada kenaikan bahan bakar, tapi ternyata sampai Yogyakarta juga tidak terlalu signifikan. Kenaikan rata-rata Rp1 juta, dan dari teman-teman pedagang masih wajar," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
