Logo Header Antaranews Jogja

DIY menyiapkan talenta bidang ekonomi kreatif untuk regenerasi pembatik

Sabtu, 23 Mei 2026 19:34 WIB
Image Print
Produk batik di sentra batik Giriloyo Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan talenta baru atau generasi muda untuk menggeluti bidang ekonomi kreatif salah satunya guna mendukung regenerasi pembatik di daerah tersebut.

"Sebenarnya industri batik di DIY sudah eksis, tapi ke depannya bagaimana regenerasi itu, makanya kita berkewajiban menyiapkan talenta-talenta baru," kata Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY Iwan Pramana di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan dalam menyiapkan talenta baru di bidang ekonomi kreatif khususnya kriya batik dengan rutin memberikan pelatihan dan sertifikasi profesi bagi para pelaku industri batik wilayah DIY.

Pelatihan dan sertifikasi yang bekerja sama dengan Balai Besar Kerajinan Batik Kementerian Perindustrian tersebut dengan peserta tidak hanya dari pelaku atau pegiat ekonomi kreatif yang di sektor kriya batik, tetapi juga dari pelajar-pelajar SMK dan guru-guru.

"Karena di rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif secara nasional, itu juga kami bertanggung jawab dan berkewajiban bagaimana menyiapkan talenta-talenta baru di bidang ekonomi kreatif," katanya.

Dengan sumber daya manusia (SDM-SDM) yang terampil dan inovatif harapannya ada keberlanjutan ke depannya di sektor ekonomi kreatif, bahkan untuk jangka panjangnya bagaimana menyiapkan suatu ekosistem industri batik tersebut.

"Jadi tidak saja para pelaku-pelakunya, tetapi kami dari delapan pilar untuk baik dari riset, kemudian pengembangan SDM, pemasaran, kemudian perlindungan HKI (hak kekayaan intelektual), kami juga menyiapkan talenta-talenta," katanya.

Dia mengatakan, dengan demikian nantinya harapannya industri batik DIY semakin berkembang dengan berbagai pengembangan motif dan desain, termasuk pemakaian dengan pewarna alam disamping sintetis yang selama ini dilakukan.

"Kebanyakan kalau di luar negeri kan pinginnya mereka ada pewarna alam ya. Karena itu terkait daya saing juga. Sementara kita masih banyak pakai sintetis," katanya.

Selain itu, kata dia, pengembangan rancangan motif-motif batik di samping motif-motif yang sudah ada, atau yang sudah baku.

"Tapi juga nanti ada rancangan-rancangan baru, karena itu akan memperkaya rancangan motif batik di DIY. Dan biasanya nanti dipadukan antara yang klasik dengan rancangan-rancangan dari anak-anak muda ini nantinya, kira-kira seperti itu," katanya.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026