
Pemkab Sleman mengembangkan Kawasan Prambanan untuk tarik investor

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan potensi investasi di Kawasan Prambanan karena masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional sehingga menarik investor berinvestasi di wilayah itu.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman Triana Wahyuningsih di Sleman, Senin, mengatakan potensi investasi yang bisa dikembangkan Kabupaten Sleman, yakni pengembangan destinasi di Prambanan.
"Keberadaan pintu tol Prambanan yang merupakan wisata strategis yang menghubungkan DIY dan Jawa Tengah, serta masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), menarik calon investor untuk menambah destinasi wisata di kawasan tersebut," kata Triana.
Ia mengatakan berdasarkan hasil kajian potensi dan peluang investasi, DPMPTSP Kabupaten Sleman 2026, Prambanan memiliki berbagai potensi yang siap dikembangkan oleh calon investor baik destinasi wisata buatan maupun pendukung wisata buatan seperti pusat kerajinan, batik, souvenir dan produk kreatif.
"Kami sudah mempromosikan potensi investasi di Kawasan Prambanan. Semoga ke depan, Kawasan Prambanan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru," katanya.
Selain Kawasan Prambanan, lanjut Triana, Pemkab Sleman juga mengembangkan Agrowisata Kaliurang di wilayah Kaliurang telah lama dikenal sebagai salah satu kawasan wisata unggulan di DIY. Kawasan ini memiliki daya tarik utamanya terletak pada kombinasi lanskap pegunungan yang sejuk, panorama alam vulkanik yang khas, serta aksesibilitas yang relatif mudah dari pusat kota.
Branding yang sudah terbentuk kuat ini menjadikan Kaliurang bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga kawasan yang memiliki nilai ekonomi pariwisata yang terus berkembang.
"Peluang investasi berbasis pada potensi lokal yang bisa dikembangkan seperti taman bunga atau pengolahan susu," katanya.
Selain itu, lanjut Triana, Pemkab Sleman mengembangkan agrowisata di Wilayah Sleman Barat di Kalurahan Sendangarum, Sumberagung, Sumbeahayu. Wilayah Sleman Barat memiliki lahan ataupun ruang terbuka hijau namun belum berkembang secara maksimal.
Dia mengatakan pemanfaatan fungsi lahan menjadi area wisata edukasi hortikultura diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi wilayah tersebut. Kawasan Sleman Barat ini, mendapatkan perhatian khusus dari Kabupaten Sleman agar bisa berkembang cepat seperti halnya wilayah lainnya di Kabupaten Sleman.
"Salah satu wisata edukasi yang dapat diimplementasikan adalah wisata edukasi dengan greenhouse, kampung wisata maupun kawasan wisata berbasis alam," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
