
Dinkes Sleman mengintensifkan sosialisasi cegah penyakit pada hewan kurban

Sleman (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengintensifkan sosialisasi komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah penyakit zoonosis pada hewan kurban, seperti antraks serta Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Lina Nur Islamiyah Yunus di Sleman, Senin, mengatakan pihaknya meningkatkan kewaspadaan penularan penyakit dari hewan ke manusia dengan melakukan sosialisasi.
"Kami minta masyarakat segera melapor ke puskesmas dan puskeswan, jika ditemukan hewan dengan gejala sakit sebelum disembelih atau jika mengalami keluhan kesehatan pasca-kontak dengan hewan," kata Lina.
Pihaknya melakukan pencegahan sistemik dengan menekankan surveilans berbasis masyarakat, yakni melapor kasus manusia ke puskesmas atau Dinas Kesehatan dan lapor hewan ternak sakit/mati mendadak ke puskeswan/Dinas Pertanian, Pangan dan Peternakan (DP3).
"Pencegahan sistemik dengan surveilans/pengamatan data kasus terpadu kesehatan masyarakat/kesehatan hewan serta tidak lanjut penanganan terpadu bila ada kasus," katanya.
Selain itu Dinkes Sleman telah membentuk Tim Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru berdasarkan SK Gubernur DIY Nomor 114/TIM/2024 sesuai amanat Permenko PMK Nomor 7 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru, serta SE Mendagri Nomor 400.5.2/1387/SJ tanggal 8 Maret 2023 tentang Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru di daerah.
"Tim kesehatan bekerja sama dengan DP3 memantau pemeriksaan organ dalam (hati, paru, dan limpa) untuk mengantisipasi cacing hati atau kelainannya pada saat penyembelihan hewan kurban," katanya.
Lebih lanjut Lina mengimbau kepada panitia kurban tidak membuang darah, isi rumen, dan limbah pemotongan hewan kurban secara langsung ke sungai, irigasi, selokan, dan badan air lainnya. "Sebaiknya memakai tangki septik atau dikubur," ucapnya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
