Logo Header Antaranews Jogja

BPBD Bantul segera atasi masalah debu di tikungan "Bokong Semar"

Senin, 25 Mei 2026 17:14 WIB
Image Print
Kondisi lalu lintas di tikungan "Bokong Semar" Dusun Tambalan, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul dua hari setelah insiden truk membawa mil terguling dan menyebabkan debu bertebaran, Senin (25/5/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul segera mengatasi permasalahan debu bertebaran setelah kecelakaan truk pembawa mil atau batu gamping halus terguling di tikungan "Bokong Semar" Dusun Tambalan, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Sabtu (23/5).

"Saat ini masih kami koordinasikan dengan teman-teman baiknya gimana," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin di Yogyakarta, Senin.

Koordinasi tersebut, ujarnya, meliputi urgensi untuk penanganan permasalahan debu yang bertebaran di lokasi.

Pihaknya mempertimbangkan dengan baik terkait dengan persoalan debu di lokasi itu terhadap bahaya bagi masyarakat dan pengguna jalan, karena debu di jalanan sudah ditangani sebelumnya oleh para petugas di lapangan.

"Ini kan sisa debu yang tertiup angin kemudian menempel di pinggir jalan, pohon, dan beberapa rumah di sekitar lokasi," katanya.

Pihaknya secepatnya menindaklanjuti sisa debu yang menempel di pohon dan pinggir jalan itu dengan melakukan penyemprotan dengan menurunkan tim pemadam kebakaran.

"Kita masih hitung volume air yang dibutuhkan nanti di sana, kita suplai di sana berapa, ini masih kita hitung," kata Mujahid.

Dia menjelaskan apabila kondisi debu di sekitar lokasi membahayakan kesehatan maupun lalu lintas para pengguna jalan dan masyarakat setempat, maka akan diprioritaskan untuk segera ditangani dengan melakukan penyemprotan lanjutan.

"Penyemprotan sebelumnya kan sudah kami lakukan sebanyak dua kali," katanya.

Saat ini, BPBD dan petugas lapangan sedang melakukan asesmen untuk melihat dampak sisa debu yang bertebaran di lokasi kejadian untuk menentukan tindakan lanjutan yang efektif.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026