
Disperindag Sleman memastikan harga kebutuhan pokok stabil

Sleman, DIY (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan harga kebutuhan pokok di wilayah ini menjelang Idul Adha 2026 relatif stabil, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi Suryaningsih di Sleman, DIY, Senin, mengatakan pihaknya secara rutin melakukan pemantauan harga barang kebutuhan pokok di delapan pasar rakyat untuk memantau ketersediaan stok barang dan stabilitas harga.
Kedelapan pasar rakyat yang dipantau, yaitu Pasar Sleman, Pasar Prambanan, Pasar Godean, Pasar Tempel, Pasar Pakem, Pasar Kalasan, Pasar Depok, dan Pasar Cebongan.
"Berdasarkan data pantauan kami, stabilitas harga pangan di Sleman pada minggu ke-4 bulan Mei ini dibandingkan minggu ke-3 bulan Mei pada 2026 cukup terjaga dengan mayoritas komoditas utama seperti beras, gula pasir, minyak curah, tepung terigu dan daging sapi terpantau stabil," kata Mae.
Mae mengatakan pemantauan harga dan stok kebutuhan pokok dilakukan melalui petugas tim harga pangan yang setiap hari melaporkan perkembangan harga.
Hasil pemantauan hari ini terdapat kenaikan pada beberapa bahan pokok, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada cabai merah keriting sebesar 19,58 persen, disusul Minyakita sebesar 5,17 persen,.
Selanjutnya, bawang merah sebesar 2,41 persen, cabai rawit merah 1,5 persen, cabai merah besar 0,85 persen, minyak kemasan premium 0,56 persen, kedelai impor 0,13 persen, dan kedelai lokal 0,11 persen.
Di sisi lain, tren positif terlihat pada komoditas bawang putih, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai rawit hijau yang justru mengalami penurunan harga cukup signifikan.
Di mana bawang putih turun sebesar 1,97 persen, diikuti daging ayam ras turun sebesar 0,61 persen, cabai rawit hijau, bawang putih kating, serta telur ayam ras yang kini turun 0,21 persen menjadi Rp25.375 per kilogram.
"Kami terus berupaya memperkuat koordinasi dengan distributor, pedagang, dan pelaku logistik untuk menjaga kelancaran distribusi barang," katanya.
Ketika terjadi kenaikan harga yang signifikan, kata Mae, Disperindag bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sleman melakukan intervensi melalui kegiatan operasi pasar.
Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga keseimbangan harga di pasaran.
"Kami terus melakukan pemantauan di 8 pasar tradisional, khususnya dalam ketersediaan dan harga Minyakita," kata Mae Rusmi.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
