
Tim psikologi UMBY cegah kader jiwa alami kelelahan psikologis

Yogyakarta (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berupaya mencegah kader jiwa Layanan Terpadu Kesehatan Mental Warga (Lentera) Sedayu alami kelelahan psikolgis.
Upaya tersebut dilakukan melalui langkah penyediaan fasilitas Konseling Gratis Bersama Psikolog Umum bagi para Kader Jiwa Lentera di Aula Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
"Para kader jiwa yang kesehariannya mendampingi warga sangat rentan dengan kelelahan psikologis. Kami memberikan kesempatan para kader Jiwa Lentera berkeluh kesah dalam sesi konseling gratis bersama psikolog umum," katanya.
Menurut dia, program bertajuk "Layanan Terpadu Kesehatan Mental Warga Sedayu" yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan setempat itu dalam upaya nyata mewujudkan kesehatan mental komunitas yang komprehensif.
Dengan mengusung visi edukasi dan intervensi langsung, layanan konseling tersebut dirancang untuk mendukung pencegahan dan penanganan awal (early intervention) berbagai masalah psikososial di masyarakat.
"Namun, hal yang membuat layanan berbasis komunitas ini istimewa adalah pendekatan profesional dan terukur yang diterapkan Tim PkM UMBY," katanya.
Dia menjelaskan, bahwa setiap sesi konseling tidak sekadar berupa ruang cerita, melainkan didukung oleh asesmen psikologis terstandar melalui pengisian Form Monitoring Kondisi Klien.
Tim psikolog menggunakan dua parameter utama, yaitu skala kesejahteraan (WHO-5), untuk mengukur tingkat energi, ketenangan, dan antusiasme klien dalam menjalani kehidupan sehari-hari selama dua minggu terakhir.
Skala Kondisi Klien (Outcome Rating Scale/ORS), untuk memotret secara holistik kondisi diri klien, hubungan dengan orang terdekat (keluarga/pasangan), dinamika kehidupan sosial (pekerjaan/sekolah), hingga kondisi secara keseluruhan.
Menurut Sheilla, bahwa penggunaan kedua skala ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi riil klien sehingga proses konseling dapat menjawab kebutuhan klien.
Melalui pendekatan berbasis data ini memungkinkan konselor memetakan dinamika psikologis warga secara akurat.
"Melalui monitoring tersebut, psikolog dapat menyusun rencana tindak lanjut yang presisi bagi setiap individu baik berupa anjuran sesi lanjutan, terminasi, maupun rujukan ke layanan kesehatan mental yang lebih komprehensif jika diperlukan," katanya.
Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Sedayu Budi Mulyani memberikan tanggapan positif akan layanan konseling gratis dari Psikolog umum ini. Dan berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan lagi di kemudian hari dengan jangkauan yang lebih luas.
"Kami berharap agar semakin banyak warga di Kapanewon Sedayu yang mendapatkan layanan konseling ini, tidak hanya Kader Jiwa Lentera saja," katanya.
Bagi Kader Jiwa Lentera, konseling ini menjadi momentum penting untuk melakukan perawatan diri (self-care), dengan demikian harapannya melalui layanan profesional ini, kesehatan mental para pahlawan kesehatan jiwa di Sedayu turut dirawat dan dipulihkan.
Pewarta : HRI
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
