
Bawaslu Kulon Progo tanamkan nilai integritas terhadap generasi muda

Kulon Progo (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengenalkan nilai integritas kepada generasi muda di tingkat sekolah menengah atas sebelum mereka terjun atau mengenal dunia politik lebih jauh.
Ketua Bawaslu Kulon Progo Marwanto di Kulon Progo, Selasa, menekankan pentingnya menanamkan nilai integritas sejak dini kepada generasi muda.
"Tanpa dilandasi oleh integritas, mempelajari politik tidak akan membawa kemaslahatan bersama," kata Marwanto saat hadir sebagai narasumber dalam Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula yang mengusung tema “Anak Sekolah Melek Politik Sejak Dini” di Aula SMA Negeri 1 Kalibawang.
Di hadapan ratusan perwakilan siswa SMA/SMK/MA se-Kabupaten Kulon Progo Marwanto menegaskan sebelum belajar politik lebih dalam, mereka perlu menanamkan integritas sebagai kesatuan antara keyakinan, perkataan, dan perbuatan.
Ia menambahkan jika sejak bangku sekolah siswa sudah dilatih berintegritas, maka kelak saat terjun ke dunia politik mereka niscaya akan menjadi aktor yang beretika serta konsisten mementingkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
"Dunia politik membutuhkan integritas, sehingga saat menjadi aktor politik konsisten mementingkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi," katanya.
Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kulon Progo ini juga menghadirkan dua narasumber kompeten lainnya untuk melengkapi khazanah kebangsaan siswa, yakni Anggota KPU Kulon Progo, Aris Zurkhasanah yang mengulas teknis kepemiluan, serta Dosen IKIP PGRI Wates Sumpana, dari sisi akademis.
Jalannya sosialisasi berlangsung sangat interaktif. Banyak peserta yang antusias melayangkan pertanyaan kritis terkait pengawasan pemilu partisipatif dan etika berpolitik.
"Bawaslu Kulon Progo berharap edukasi kolaboratif ini mampu mencetak kader-kader pemilih pemula yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki benteng moral yang kokoh demi terciptanya demokrasi yang bersih dan bermartabat," katanya.
Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kulon Progo Aris Zurkhasanah menyampaikan pentingnya generasi muda memiliki kemampuan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya kepada publik.
Ia menekankan bahwa generasi sekarang harus lebih bijak dalam menerima informasi, khususnya informasi politik yang banyak beredar di media sosial dan grup percakapan. Ia mengingatkan para pelajar untuk tidak mudah membagikan informasi sebelum memastikan kebenarannya.
“Anak muda jangan mudah terpancing untuk langsung membagikan informasi ke grup yang lebih besar tanpa proses verifikasi. Justru generasi sekarang harus berani menjadi verifikator terhadap berita-berita hoaks,” ungkap Aris di hadapan peserta.
Lebih lanjut, Aris mengatakan bahwa dalam kehidupan demokrasi, kebebasan berpendapat sering kali disalahartikan. Menurutnya, setiap warga negara memang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, namun harus tetap berdasarkan fakta dan sumber yang jelas.
Ia juga menyoroti fenomena di kalangan generasi Z saat ini yang dinilai cukup aktif menyampaikan opini di ruang digital, tetapi terkadang tidak dibarengi dengan data atau referensi yang valid.
"Oleh karena itu, pendidikan politik sejak dini menjadi penting agar generasi muda mampu berpikir kritis, bertanggung jawab, dan tidak mudah terjebak dalam informasi menyesatkan," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
