Logo Header Antaranews Jogja

Bupati Bantul: Jaga kebhinekaan dan toleransi antarumat beragama

Rabu, 27 Mei 2026 21:05 WIB
Image Print
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (tengah) saat menyampaikan keterangannya di Masjid Agung Manunggal Bantul, Rabu (27/5). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menekankan kepada seluruh masyarakat di Bantul untuk menjaga kebhinekaan dan toleransi antarumat beragama pascaperistiwa yang terjadi di rumah ibadah Gereja Misi Sejahtera (GMS), Panggungharjo, Sewon.

"Peristiwa kemarin kita anggap sebagai forum pembelajaran bersama, ya ini fakta, fakta sosial kita seperti ini, marilah kita saling ngemong, saling toleransi ya," kata Halim, di Yogyakarta, Rabu (27/5).

Menurutnya keberagaman ras, suku, dan agama merupakan bagian dari kebhinekaan di Indonesia sebagai bentuk pluralisme yang terus digaungkan oleh Gus Dur.

"Toleransi merupakan bagian dari menjalankan ajaran Islam," katanya.

Kebhinekaan, lanjutnya, merupakan sunatullah dan sikap toleransi adalah bagian dari sunah Rasul yang perlu diresapi oleh umat Muslim.

"Siapa pun terutama umat Islam seharusnya memberikan kemerdekaan kepada nonmuslim untuk menjalankan ibadahnya," kata Halim.

Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto mengatakan kebebasan beribadah setiap umat beragama telah dijamin konstitusi, sehingga segala bentuk tindakan intimidasi dilarang oleh hukum.

"Kami tegaskan tidak ada ruang bagi pelaku intoleransi beragama," tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat saling menghargai dan menghormati sebagai kunci utama kebhinekaan.

Menindaklanjuti kejadian di GMS, ia telah melakukan beberapa kali koordinasi dengan melibatkan unsur terkait, baik dari pihak Gereja GMS maupun Pemkab Bantul.

"Sudah kami lakukan pengamanan dalam arti mereka (jemaah GMS) bisa kembali menunggu sementara waktu sembari menunggu proses perizinan ini keluar," kata Bayu.

Saat ini, lanjutnya, belum ada laporan yang masuk ke Polres Bantul pascakejadian tersebut.

"Masih kami dalami dan mohon doanya, dari penyelidik dan penyidik yang sedang bekerja," katanya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026