
Pemkab Bantul memastikan 466 hewan kurban terkena Fasciola layak konsumsi

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memastikan 466 hewan kurban yang terkena penyakit cacing hati (Fasciola) masih dalam kondisi aman dan dagingnya layak untuk dikonsumsi.
"Hewan yang terkena cacing hati itu masih bisa dikonsumsi dagingnya, tapi yang terkena luka cacing hati harus dipotong dan dibuang," kata Kepala DKPP Kabupaten Bantul Joko Waluyo di Yogyakarta, Kamis.
Ia menegaskan penyakit cacing hati merupakan hal yang umum ditemukan setiap tahun saat Hari Raya Kurban, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena bagian daging pada hewan tersebut masih bisa dikonsumsi.
"Bagian yang terkena luka cacing hati itu dipotong saja tidak usah dikonsumsi," katanya.
Menurut dia, penyebab dari timbulnya cacing hati pada hewan kurban dapat terjadi karena proses perawatan hewan, terutama pada rumput pakan yang telah terkontaminasi bakteri.
"Cacing hati itu kan carrier-nya dari hewan semacam siput kecil yang bersarang di rumput pakan kemudian dikonsumsi ternak," kata Joko.
Antisipasi cacing hati, lanjutnya, bisa dilakukan dua hingga tiga bulan sebelum hewan ternak disembelih dengan pemberian obat cacing, namun jika hewan sudah telanjur terpapar tinggal dibuang saja bagian yang terdapat cacing hati.
"Penanganan sudah disosialisasikan ke masyarakat seperti tindakan yang harus dilakukan jika menemukannya saat penyembelihan," katanya.
Data sementara hasil perhitungan quick count, kata Joko, Kabupaten Bantul telah selesai menyembelih sebanyak 26.245 hewan kurban di hari pertama Idul Adha, Rabu (27/5).
"Itu hasil sementara berdasarkan quick count tanggal 27 Mei, kalau hari ini perkiraannya lebih banyak lagi," kata Joko.
Dalam data yang ia berikan, hewan kurban jenis sapi ada sebanyak 6.108 dengan temuan Fasciola 330 ekor, kambing 5.418 dengan temuan Fasciola 30 ekor dan domba 14.719 dengan temuan Fasciola 106 ekor.
"Penyembelihan hari pertama tersebar di 2.069 titik di seluruh Bantul," katanya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
