
Wamen PKP tekankan pentingnya ruang publik kawasan permukiman padat

Yogyakarta (ANTARA) - Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menekankan pentingnya menghadirkan ruang publik di kawasan permukiman padat sebagai bagian dari penanganan kawasan kumuh.
Wamen PKP saat meninjau kawasan Kampung Lampion di bantaran Sungai Code, Kota Yogyakarta, Jumat, mengatakan mengatakan kawasan pinggir sungai itu harus dibikin asri seperti perintah Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia Asri.
"Kawasan kumuh itu jeleknya karena public space-nya tidak ditata. Maka ke depan kawasan kumuh harus berhasil melahirkan ruang publik," katanya.
Wamen PKP mengatakan, konsep rumah panggung modern sebagai solusi kawasan perkotaan di masa depan.
Menurut dia, rumah vertikal berbasis konsep rumah panggung dapat menjadi jawaban atas keterbatasan lahan di perkotaan sekaligus mendukung penataan kawasan sungai.
"Kita sangat membutuhkan public space untuk kesehatan mental masyarakat. Konsep rumah panggung itu sebenarnya rumah vertikal. Masa depan kota memang harus hidup vertikal karena tanah semakin terbatas," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menata kawasan Sungai Code sekaligus mengendalikan persoalan sampah dan permukiman kumuh.
Bahkan, Fahri menyebut penataan kawasan Sungai Code merupakan bentuk kepeloporan yang penting di tengah tingginya jumlah masyarakat Indonesia yang tinggal di kawasan pesisir maupun bantaran sungai.
"Saya diundang Pak Wali untuk melihat beberapa lokasi yang saya kira ini adalah kepeloporan dari Yogyakarta dalam melakukan konsolidasi lahan di sekitar sungai, khususnya Kali Code. Model seperti ini harus di-copy secara masif," katanya.
Menurut dia, penataan kawasan sungai perlu dilakukan dengan konsep yang adaptif terhadap dinamika lingkungan, termasuk risiko banjir dan perubahan kondisi sungai.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamen PKP tekankan pentingnya ruang publik kawasan permukiman padat
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
