Logo Header Antaranews Jogja

PBB kecam rencana Israel perluas kendali wilayah Gaza

Sabtu, 30 Mei 2026 14:42 WIB
Image Print
Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina melakukan aksi di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/5/2026). Aktivis dari Solidaritas Seni Untuk Palestina menggelar aksi memperingati 78 tahun Nakba yang merupakan perlawanan rakyat sipil terhadap genosida, zionisme, dan kolonialisme hingga kini sejak tahun 1948 yang terjadi di Palestina. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr

Washington (ANTARA) - PBB pada Jumat mengecam rencana Israel memperluas wilayah yang dikuasainya di Jalur Gaza hingga 70 persen dan menegaskan seluruh wilayah Palestina harus menjadi milik rakyat Palestina.

"Seratus persen Gaza harus menjadi milik rakyat Palestina," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan di markas besar PBB di New York.

Ia mengatakan PBB terus menyerukan agar Israel mundur dari wilayah pendudukan di sepanjang apa yang disebut sebagai "garis kuning".

"Itulah yang ingin kami lihat, dan kami telah menyerukan Israel untuk menarik diri dari pendudukannya di sepanjang apa yang disebut garis kuning, dan itu akan terus menjadi posisi kami," kata Dujarric.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya saat ini menguasai sekitar 60 persen wilayah Jalur Gaza.

Netanyahu juga mengisyaratkan rencana untuk memperluas wilayah yang berada di bawah kendali Israel hingga mencapai 70 persen, meski tidak menjelaskan bagaimana langkah itu akan dilakukan.

Militer Israel pada Oktober tahun lalu menyatakan telah menguasai 53 persen wilayah Gaza setelah melakukan penempatan ulang pasukan ke area yang dikenal sebagai "garis kuning".

Langkah itu merupakan bagian dari tahap pertama rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.

Rencana tersebut mencakup penarikan pasukan Israel lebih lanjut pada tahap kedua yang dimulai Januari lalu.

"Garis kuning" merujuk pada zona pemisah sementara di Gaza bagian timur yang membatasi wilayah di bawah kendali militer Israel dan area yang masih dapat dihuni warga Palestina.

Namun, sumber-sumber Palestina menyebut batas tersebut terus bergeser ke arah barat dalam beberapa bulan terakhir.

Pejabat senior Hamas Bassem Naim mengatakan kepada Anadolu bahwa Israel telah menggeser garis itu lebih jauh sekitar 8 hingga 9 persen ke dalam wilayah Gaza.

Menurut Naim, langkah tersebut membuat area yang berada di bawah kendali Israel kini mencapai lebih dari 60 persen wilayah Jalur Gaza.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Dubes Palestina apresiasi solidaritas masyarakat RI melalu Baznas



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PBB kecam rencana Israel perluas kendali wilayah Gaza



Pewarta :
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026