Logo Header Antaranews Jogja

Gerakan Mahasiswa Indonesia serukan penolakan provokasi sudutkan pemerintah

Sabtu, 30 Mei 2026 16:47 WIB
Image Print
Gerakan Mahasiswa Pecinta Lestari Budaya Indonesia menggelar aksi damai di Bundaran UGM, Sleman, DIY. (ANTARA/Sutarmi)

Sleman (ANTARA) - Gerakan Mahasiswa Pecinta Lestari Budaya Indonesia menggelar aksi damai di Bundaran UGM, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, guna menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah bangsa dan menyudutkan pemerintah tanpa dasar data yang valid.

Aksi yang diinisiasi oleh gabungan gerakan santri, mahasiswa, pelajar, serta pegiat budaya ini dikemas unik dengan memadukan orasi kebangsaan, pentas seni tradisional, dan pendekatan spiritual.

"Hari ini kita menyampaikan menolak segala bentuk provokasi yang bersumber dari mana pun itu. Sekarang kita lihat negara kita ini masih banyak oknum-oknum yang menyudutkan pemerintah, padahal pemerintah sudah berusaha keras untuk membangun bangsa," ujar Koordinator Lapangan Aksi, Ahmad Tomi Wijaya saat ditemui di sela-sela aksi di Sleman, Sabtu.

Tomi menekankan bahwa kampus sebagai lembaga pendidikan seharusnya mengemban amanah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan justru menjadi tempat memprovokasi masyarakat melalui dalil-dalil intelektual yang menimbulkan ketakutan.

Ia mengatakan pemerintah tidak melarang adanya kritik terhadap jalannya pemerintahan karena hal tersebut dijamin oleh undang-undang. Namun, kritik harus disampaikan secara baik, benar, dan melalui jalur konstitusional yang ada
.
"Memberikan kritik tidak ada larangan, dibolehkan undang-undang. Tapi jangan sampai memprovokasi masyarakat dengan ketakutan yang tidak bersumber dari data yang benar," tegasnya.

Tomi juga menyayangkan adanya pernyataan dari beberapa oknum, termasuk yang mengatasnamakan akademisi, yang dinilai melempar narasi menyesatkan di ruang publik, seperti isu penggulingan kekuasaan yang inkonstitusional. Ia mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, untuk selalu mengedepankan prinsip tabayun (klarifikasi) dalam menyerap informasi.

Dalam aksi damai tersebut, massa aksi tampak mengenakan blangkon sebagai simbol komitmen pelestarian budaya Indonesia. Tak hanya itu, aksi ini juga diwarnai dengan pembacaan syair-syair persatuan melalui kesenian Hadroh untuk mendinginkan suasana, serta pementasan seni tradisi Jatilan yang merepresentasikan identitas budaya bangsa.

Sebagai simbol perdamaian dan kebersamaan, massa melakukan prosesi pelepasan burung merpati ke udara, seraya menggaungkan tagar gerakan #KawanUGM #JagaIndonesia #JagaJogja.

Aksi damai ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan masyarakat serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui jalur spiritual ini, mereka berharap masyarakat tidak mudah terpancing dan tetap bersatu dalam membangun bangsa.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026