
Pengobatan terjamin, Munti bersyukur terterdaftar PBI Pemkab Bantul

Yogyakarta (ANTARA) - Munti Wantini, seorang warga Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengungkapkan rasa syukurnya karena telah terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Bantul, sehingga dirinya dapat bertahan selama sepuluh tahun melawan penyakit diabetes melitus tanpa memikirkan beban biaya pengobatan.
"Sakit gula saya sudah sepuluh tahun, kira-kira dari tahun 2016, di mana awalnya hanya terasa gejala seperti lemas dan mudah lelah kalau beraktivitas. Sempat kemudian saya cek ke dokter, ternyata betul mengarah ke diabetes," kata Munti saat ditemui di sela menjalani perawatan di rumah sakit di Yogyakarta, Senin (25/5).
Munti mengakui penyakit tersebut dipicu oleh kebiasaan buruknya di masa lalu yang gemar mengonsumsi minuman berkadar gula tinggi secara berlebihan serta pola makan yang kurang sehat, seperti rutin meminum teh manis pekat setiap hari, mengonsumsi minuman bersoda, dan menyantap jajanan warung yang tidak terkontrol.
"Konsumsi teh setiap hari, ya diberi gula banyak. Ditambah makanan dan jajan-jajan tidak sehat di warung, makan tidak terkontrol. Kadang juga minum minuman soda. Biasanya rawat jalan saja untuk kontrol diabetesnya. Ini kemarin diare jadi sampai rawat inap,” terang Munti.
Selama menjalani proses pengobatan yang panjang tersebut, wanita yang kini harus menjalani rawat inap akibat komplikasi diare itu selalu memanfaatkan kartu JKN untuk mengakses layanan medis, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun di rumah sakit, tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun berkat kepesertaan aktif PBI dari Pemkab Bantul.
"Sekarang rutin kontrol sebulan sekali. Menggunakan JKN alhamdulillah pelayanan sempurna sekali. Tidak merasa dibedakan, sama saja. Kami juga tidak ada biaya apa-apa selama berobat. Dokter dan perawatnya baik, rumah sakitnya bersih terawat," ujarnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Pemkab Bantul atas kontribusi nyata dalam menyokong kesehatan warganya, di mana fasilitas PBI JKN ini dirasakan sangat krusial dan bermanfaat bagi dirinya yang berstatus sebagai janda dan hanya bergantung pada nafkah anak serta uang pensiunan.
"Terima kasih sekali untuk Pemerintah Kabupaten Bantul, kami sudah diberi kepesertaan PBI. Terima kasih dan bersyukur sekali sudah didaftarkan JKN. Bermanfaat sekali apalagi saya ini sudah janda hanya bergantung pada anak dan pensiunan," katanya.
Munti berharap program jaminan kesehatan nasional tersebut dapat terus mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanannya kepada masyarakat luas, seraya mendoakan agar Pemkab Bantul konsisten memberikan komitmen terbaik bagi kesejahteraan warga kurang mampu agar mereka bisa menjalani perawatan dengan tenang demi mewujudkan harapan untuk sembuh.
"Semoga pelayanan JKN ke pasien, ke masyarakat semakin baik. Tetapi tetap yang selalu kami minta semoga bisa sehat terus. Terima kasih sekali lagi,” tutupnya.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
