Logo Header Antaranews Jogja

Frid bersyukur biaya pengobatan dijamin JKN Pemkot Yogyakarta

Sabtu, 30 Mei 2026 21:14 WIB
Image Print
Frid Joni, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda, sehingga seluruh biaya perawatan kedaruratannya di rumah sakit terjamin penuh tanpa membebani finansial keluarga. ANTARA/HO-BPJS Kesehatan

Yogyakarta (ANTARA) - Frid Joni, mengungkapkan rasa syukurnya karena telah didaftarkan dan ditanggung iurannya oleh Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda, sehingga seluruh biaya perawatan kedaruratannya di rumah sakit terjamin penuh tanpa membebani finansial keluarga.

Ia menceritakan bagaimana saat itu pandangan di sekelilingnya tiba-tiba berputar, semakin kabur, hingga memicu mual hebat, sehingga Ketua RT setempat langsung menghubungi fasilitas kesehatan terdekat yang dengan cepat mengirimkan mobil ambulans untuk membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.

"Saya lemas dan beberapa petugas membawa saya ke dalam mobil dan bergegas menuju ke IGD dan petugas rumah sakit langsung menangani dengan cepat. Untungnya, JKN saya bisa digunakan," kata Frid saat menceritakan kembali peristiwa tersebut di Yogyakarta, Jumat (29/5).

Setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari di rumah sakit untuk proses observasi tim dokter, Frid mengaku merasa sangat tenang karena tidak perlu pusing memikirkan biaya pengobatan di tengah kondisinya yang sedang tidak bisa bekerja dan tidak memiliki pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Frid menilai kualitas pelayanan program JKN saat ini telah mengalami kemajuan pesat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, terutama dalam hal simplifikasi administrasi di mana pasien kini cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) tanpa perlu melampirkan banyak berkas fotokopi seperti dulu.


"Sekarang daftar ke puskesmas atau klinik, cukup dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja. Lebih praktis. Hemat biaya, tenaga, dan waktu," katanya.

Ia juga mengapresiasi keramahan para petugas medis, kebersihan ruang rawat inap yang dinilainya sangat nyaman, serta komitmen pihak rumah sakit yang memberikan pelayanan setara tanpa membeda-bedakan antara pasien JKN dan pasien umum.

"Cara melayani petugas rumah sakit juga sangat baik. Sikap dan tutur katanya ramah. Sama rata ke semua pasien, tanpa melihat pasien JKN atau bukan. Selain itu, ruangan rawat inapnya juga bersih, rapi, dan lengkap. Saya nyaman di sini, tapi nggak mau lama-lama juga, pengen cepat pulang ke rumah,” imbuhnya.

Ia berharap pelayanan JKN di seluruh fasilitas kesehatan dapat terus dipertahankan, bahkan dapat terus berkembang menjadi lebih baik. Baginya, memiliki perlindungan kesehatan adalah hal utama yang harus diperhatikan. Namun, menjaga kesehatan juga jauh lebih penting.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026