Logo Header Antaranews Jogja

Belajar dari perang Irak, Trump sebut tidak akan ganggu militer Iran

Minggu, 31 Mei 2026 15:13 WIB
Image Print
Presiden AS Donald Trump menghadiri dan menyampaikan pidato pada upacara pelantikan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Gedung Putih di Washington, D.C. (22/052026). Warsh menggantikan mantan Ketua Jerome Powell, yang sering menjadi sasaran kritik presiden karena penolakannya untuk menurunkan suku bunga secara cepat. Anadolu Agency/pri.

Istanbul (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Washington sengaja menahan diri untuk tidak menargetkan militer Iran, dengan alasan bahwa perang-perang sebelumnya telah menunjukkan bahaya menghancurkan institusi dan angkatan bersenjata suatu negara.

Trump mengatakan AS tidak akan mengganggu militer, meskipun melakukan serangan terhadap elemen-elemen lain dari kepemimpinan Iran.

“Orang-orang akan terkejut mendengar itu, karena kesalahan telah terjadi dalam perang di mana Anda memusnahkan semua orang, dan kemudian Anda memiliki negara yang selama 40 tahun tidak pernah dapat dibangun kembali,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Sabtu (30/5).

Trump merujuk Irak sebagai contoh dari apa yang ia gambarkan sebagai pendekatan AS yang gagal dalam konflik-konflik sebelumnya.

“Lihatlah apa yang terjadi dengan Irak; kita melakukannya dengan sangat buruk, itu adalah hal yang sangat bodoh,” katanya.

Baca juga: NYT: Trump pertanyakan kelayakan Vance untuk jadi penerusnya

Ia juga mengulangi klaimnya bahwa Iran akan memiliki senjata nuklir jika AS tidak menyerang fasilitas nuklir Iran dengan pesawat pengebom B-2 pada Juni lalu.

Trump menambahkan bahwa ia "tidak terburu-buru" untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Teheran.

"Jika Anda terburu-buru, Anda tidak akan membuat kesepakatan yang baik," kata dia.

Trump pun menegaskan bahwa jaminan yang selalu ia tuntut dalam setiap perjanjian adalah Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

"Satu jaminan yang harus saya miliki adalah bahwa tidak akan ada senjata nuklir - mereka telah menyetujuinya," kata Trump, meskipun para pejabat Iran belum mengkonfirmasi klausul tersebut dalam perjanjian.

"Perlahan tetapi pasti, saya pikir kita mendapatkan apa yang kita inginkan - dan jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita akan mengakhirinya dengan cara yang berbeda," ujar dia, menambahkan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Trump: Tak ada satu pun negara yang boleh kuasai Selat Hormuz











Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Belajar dari perang Irak, Trump sebut tidak akan ganggu militer Iran



Pewarta :
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026