Logo Header Antaranews Jogja

Pemkot Yogyakarta memastikan masyarakat tinggal di rumah layak melalui bedah rumah

Minggu, 31 Mei 2026 20:33 WIB
Image Print
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat meninjau program bedah rumah di Kota Yogyakarta. Minggu (31/5/2026). ANTARA/HO-Dinas Kominfosan Yogyakarta

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan masyarakat di wilayahnya tinggal di rumah yang sehat dan layak huni dengan kegiatan peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui program bedah rumah.

"Program bedah rumah tidak hanya fokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat tinggal di rumah yang aman, sehat, dan layak huni," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Minggu.

Program tersebut menyasar dua rumah warga di wilayah Kemantren Tegalrejo, yakni rumah Parsilah, warga RW 05 Kelurahan Tegalrejo, dan rumah Sugeng Widodo, warga RW 03 Kelurahan Karangwaru yang proses proses pembangunan ditinjau Wali Kota pada Minggu (31/5).

Menurut dia, kondisi kedua rumah yang mendapatkan bantuan bedah rumah sudah sangat memprihatinkan. Bahkan salah satu rumah yang ditempati Parsilah dinilai berada dalam kondisi yang sangat rentan dan membahayakan penghuninya.

"Masing-masing rumah mendapatkan bantuan bedah rumah sebesar Rp20 juta dari Baznas Kota Yogyakarta," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah kota (Pemkot) terus melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga di Yogyakarta yang kondisinya memerlukan penanganan segera.

Wali Kota mengatakan, bahwa program bedah rumah merupakan salah satu bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan.

Pihaknya mengapresiasi peran berbagai pihak, perangkat daerah, serta berbagai elemen masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam menghimpun bantuan.

Menurut dia, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program-program sosial di Kota Yogyakarta.

Dengan keterlibatan berbagai pihak, kata dia, proses perbaikan rumah dapat dilakukan lebih cepat sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh warga penerima bantuan.

"Kolaborasi ini sangat penting. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika ada dukungan dari Baznas, perangkat daerah, komunitas keagamaan, dan masyarakat, maka program kemanusiaan ini dapat berjalan lebih optimal," katanya.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026