Logo Header Antaranews Jogja

Israel dikabarkan meminta izin AS memperluas serangan ke Beirut

Senin, 1 Juni 2026 11:42 WIB
Image Print
Anak-anak berusaha melindungi diri dari debu dan asap dari reruntuhan akibat serangan udara Israel yang menargetkan kawasan Corniche al-Mazraa di Ibu Kota Beirut, Lebanon, pada Jumat (10/4/2026). (ANTARA/Murat Şengül/Anadolu/pri) (ANTARA/Murat Şengül/Anadolu/pri)

Moskow (ANTARA) - Israel meminta izin kepada Amerika Serikat untuk memperluas serangan ke Beirut, Lebanon, Jerusalem Post melaporkan, mengutip sejumlah pejabat senior Israel.

Permintaan itu muncul ketika Israel meningkatkan operasi militernya terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon selatan.

Pada Minggu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan militer negaranya telah menguasai Kastil Beaufort, benteng abad pertengahan yang berada di Lebanon selatan.

Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengatakan dirinya telah memerintahkan militer untuk memperluas operasi terhadap Hizbullah dan memperkuat kendali atas wilayah di Lebanon selatan.

Sementara itu, Lebanon dan Israel menggelar pembicaraan langsung tingkat duta besar untuk pertama kalinya di Washington pada 16 April.

Setelah pertemuan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata.

Namun, meski kesepakatan telah diumumkan, Israel dilaporkan terus melancarkan serangan terhadap puluhan permukiman di Lebanon selatan.

Israel juga disebut tetap mempertahankan dominasi serangan terhadap sejumlah kawasan perbatasan.

Sebagai balasan, Hizbullah terus melancarkan operasi militer terhadap pasukan Israel.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026