
Menpar: Situasi Timur Tengah berimbas pada kunjungan wisatawan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa situasi geopolitik di Timur Tengah telah berimbas pada angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
"Mulai 28 Februari 2026, situasi geopolitik dunia mulai memanas, terutama kondisi di Timur Tengah. Hal ini tentunya menimbulkan banyak keraguan untuk sektor pariwisata," katanya dalam rapat kerja Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu.
Dia menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan dari Timur Tengah ke Indonesia selama Januari-April 2026 menurun 1,89 persen dan selama Maret-April 2026 turun 20,65 persen jika dibandingkan dengan kurun yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan paspor yang dipegang oleh wisatawan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) angka kunjungan wisatawan dari Timur Tengah ke Indonesia sebanyak 22.410 pada Januari, 6.241 pada Februari, dan 6.592 pada Maret, dan 18.312 pada April 2026.
Widiyanti mengatakan bahwa penurunan angka kunjungan wisatawan dari Timur Tengah juga tercermin dari data pembatalan layanan penerbangan yang melalui wilayah itu.
"Hal ini tidak mengherankan, karena telah terjadi 1.232 pembatalan penerbangan via Timur Tengah, yang terjadi sampai dengan 30 April 2026, yang berarti terdapat 127.376 potensi perjalanan tidak dapat terealisasi," katanya.
Menteri Pariwisata menyampaikan, angka kunjungan wisatawan mancanegara dari Eropa selama Januari-April 2026 juga menurun 6,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Total angka kunjungan wisatawan dari Eropa ke Indonesia menurut data BPS sebanyak 154.713 pada Januari; 157.874 pada Februari; 154.500 pada Maret; dan 214.879 pada April 2026.
Namun, angka kunjungan wisatawan dari Asia Tenggara, wilayah Asia yang lain, Oseania, dan Afrika selama Januari-April 2026 meningkat masing-masing 11,38 persen; 15,27 persen; 6,84 persen; dan 5,59 persen.
Widiyanti mengemukakan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan dari wilayah-wilayah tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi tujuan pilihan wisatawan mancanegara.
Dia juga menyampaikan bahwa rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kedatangan pada kuartal pertama tahun 2026 meningkat 5,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara selama kurun itu meningkat 8,53 persen secara tahunan.
BPS mencatat angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada April 2026 mencapai 1,25 juta orang, meningkat 14,75 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Angka akumulatif kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari-April 2026 tercatat 4,68 juta kunjungan atau naik 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menpar: Situasi Timur Tengah berimbas pada kunjungan wisatawan
Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
