
KPAI: Bidan Sleman pindah lokasi daycare dan buka tutup tempat praktik

Jakarta (ANTARA) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan bidan berinisial ORP dalam kasus penemuan 11 bayi di rumah bidan di Kabupaten Sleman, DIY melakukan perpindahan lokasi penitipan anak sebelum terungkapnya kasus.
"Bidan melakukan perpindahan lokasi penitipan anak dari Gamping ke Pakem saja sudah mengindikasikan adanya unsur kesengajaan, terutama dengan dalih daycare di lokasi tidak seperti pengasuhan anak pada umumnya," kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Pihaknya juga menemukan fakta bahwa bidan tersebut pernah melakukan buka tutup lokasi praktik lebih dari dua kali.
"Ini bisa menjadi temuan yang harus ditindaklanjuti. Praktik juga tidak berizin," kata Diyah Puspitarini.
Kemudian, bidan bersangkutan juga menghapus media sosial. "Bidan menghapus media sosialnya, yang setelah dilacak ada dugaan penyalahgunaan wewenang dan unsur mengarah ke adopsi ilegal dan atau jual beli anak," kata Diyah Puspitarini.
KPAI pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera menetapkan status pada bidan terkait agar upaya perlindungan anak dan proses hukum dalam kasus ini bisa ditegakkan.
"KPAI melihat (kasus ini) tidak hanya sebatas penitipan anak, namun meminta pengembangan kasus diduga ada indikasi adopsi ilegal anak dan jual beli anak," kata Diyah Puspitarini.
Kasus ini terungkap bermula dari kecurigaan masyarakat setempat terkait adanya suara tangisan bayi dari sebuah rumah selama beberapa hari.
Masyarakat kemudian melapor ke polisi.
Polresta Sleman bersama Dinsos DIY kemudian mengecek ke lokasi dan menemukan 11 bayi di rumah bidan berinisial ORP di Sleman pada 8 Mei 2026.
Dalam kasus ini, ada 11 bayi yang ditemukan di rumah bidan, berusia antara 1 hingga 11 bulan.
ORP adalah bidan yang membantu kelahiran 11 bayi tersebut.
Saat ini penyelidikan kasus ini masih bergulir di Polresta Sleman dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KPAI: Bidan Sleman pindah lokasi daycare dan buka tutup tempat praktik
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
