Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Sleman gelar KPI 2026 memperkuat transformasi pendidikan

Kamis, 4 Juni 2026 14:16 WIB
Image Print
Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Sleman Dwi Warni Yuliastuti (paling kiri). ANTARA/Sutarmi

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Lingkar Daerah Belajar menggelar Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 dengan mengangkat tema Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada untuk memperkuat transformasi pendidikan di Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor yang inklusif.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Sleman Dwi Warni Yuliastuti di Sleman, Kamis, mengatakan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 1–2 Juli 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

"Tema ini selaras dengan semangat Kabupaten Sleman dalam membangun masyarakat yang berdaya, sejahtera, serta memiliki kesempatan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan," kata Dwi Warni.

Ia mengatakan forum ini dirancang menjadi ruang bersama bagi berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi praktik baik, mendiskusikan tantangan di lapangan, serta merumuskan komitmen bersama dalam memperkuat sektor pendidikan nasional.

Panitia menargetkan kehadiran lebih dari 350 peserta undangan yang mencakup pemerintah pusat dan daerah, kepala sekolah, guru, pengawas, akademisi, hingga perwakilan dunia usaha dan industri. Selain itu, ruang partisipasi juga dibuka bagi mahasiswa, penggiat pendidikan, dan masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap isu transformasi pendidikan.

Baca juga: 300 tenaga pendidik Sleman ikuti Sosialisasi BTU Pendidikan Pancasila

Baca juga: Kemdiktisaintek-Bappenas perkuat pendidikan untuk pembangunan negara

Sejumlah isu strategis akan menjadi fokus pembahasan dalam konferensi, di antaranya pemerataan akses pendidikan berkualitas, pendidikan dalam menghadapi perubahan iklim, serta adaptasi terhadap disrupsi teknologi.

Selain aspek teknis, lanjut Dwi Warnai, konferensi juga akan membedah tata kelola dan anggaran pendidikan. Isu mengenai gender, disabilitas dan inklusi sosial akan diintegrasikan ke dalam seluruh sesi guna memastikan sistem pendidikan lebih ramah terhadap kelompok rentan.

Pihak penyelenggara menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dicapai secara parsial. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, media, serta masyarakat luas mutlak diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang tangguh.

"Kami percaya pendidikan tidak bisa bergerak sendiri. Dibutuhkan kerja bersama agar ekosistem pendidikan mampu menjawab tantangan zaman," katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi katalis dalam melahirkan gagasan-gagasan inovatif yang implementatif guna mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026