
UMY dorong penguatan sistem logistik nasional di sektor kesehatan

Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendorong penguatan sistem logistik dan rantai pasok nasional guna menjamin pemerataan kualitas layanan publik, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan di Indonesia.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY Supriyatiningsih di Yogyakarta, Kamis, menekankan bahwa efisiensi sistem logistik menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan pelayanan masyarakat, terutama di negara kepulauan dengan kompleksitas geografis yang tinggi.
"Muhammadiyah memiliki jaringan amal usaha yang luas, mencakup 187 rumah sakit, hampir 200 perguruan tinggi, serta ribuan sekolah di seluruh pelosok Indonesia. Dengan jaringan sebesar ini, kebutuhan sistem logistik yang efektif sangat mendesak," kata Supriyatiningsih dalam acara "One-Day Workshop on Multi-Modal Freight Flows in Indonesia".
Ia mencontohkan sektor kesehatan sering kali terdampak langsung oleh rantai pasok yang belum efisien. Ketergantungan terhadap pasokan obat-obatan, terutama produk impor, kerap terhambat oleh proses distribusi yang memakan waktu lama hingga sampai ke tangan pengguna akhir.
Menurutnya, persoalan ini bukan merupakan kendala internal bagi institusi tertentu, melainkan tantangan sistemik yang dihadapi oleh rumah sakit pemerintah maupun penyedia layanan kesehatan lainnya secara nasional. Oleh karena itu penguatan kolaborasi antar-pihak mutlak diperlukan.
Baca juga: 15 BUMN logistik digabung jadi satu entitas, target satu bulan rampung
"Isu logistik dan rantai pasok adalah tantangan bersama yang membutuhkan solusi serta kerja sama lintas sektoral, baik dari akademisi, pemerintah, hingga praktisi industri," tambahnya.
Lokakarya yang diselenggarakan UMY bekerja sama dengan The Logistics Institute – Asia Pacific (TLI-AP) dan National University of Singapore (NUS) tersebut menghadirkan sejumlah pakar, peneliti, dan pelaku industri logistik untuk membedah hambatan distribusi barang di Indonesia.
Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bertukar gagasan untuk memecahkan kendala logistik. UMY berkomitmen untuk menjadikan forum ini sebagai langkah awal dalam membangun kolaborasi riset berkelanjutan di bidang rantai pasok.
"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada workshop semata, melainkan berkembang menjadi komunikasi dan kolaborasi berkelanjutan antara komunitas akademik serta para praktisi di Indonesia maupun dunia," kata Supriyatiningsih.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
