Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab tunggu kajian ahli tentukan darurat bencana Seyegan

Kamis, 4 Juni 2026 16:56 WIB
Image Print
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro. ANTARA/Sutarmi

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menunggu hasil kajian komprehensif tim ahli untuk menentukan status tanggap darurat bencana khusus penanganan lanjutan terkait fenomena kemunculan api misterius di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Bambang Kuntoro di Sleman, Kamis, mengatakan pemkab tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan sebelum ada kepastian ilmiah mengenai penyebab munculnya api yang telah terjadi lebih dari 90 kali sejak Jumat (23/5).

"Kami harus bertindak berdasarkan data yang pasti. Apakah nantinya perlu pengungsian, pengosongan lokasi, atau langkah lainnya, semua bergantung pada rekomendasi hasil penelitian para pakar," katanya.

Ia mengatakan penanganan fenomena yang dialami keluarga Muftiana ini melibatkan tim gabungan lintas instansi, mencakup pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN Veteran Yogyakarta, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hingga Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Analisis difokuskan pada kemungkinan pemicu kebakaran, baik dari unsur gas, geologi, maupun faktor lingkungan lainnya.

Bambang menyebut hasil kajian tersebut akan diformulasikan sebagai rujukan pemerintah daerah dalam menetapkan status tanggap darurat khusus.

"Kami berencana segera melaporkan perkembangan situasi ini kepada Bupati Sleman demi memastikan penanganan yang tepat sasaran," katanya.

Untuk merespons kondisi darurat di lokasi, BPBD Sleman bersama instansi terkait telah menjalankan beberapa langkah penanganan, di antaranya penyiagaan respons cepat yakni menyediakan unit pemadam kebakaran dan tim relawan yang bersiaga di lokasi kejadian.

"Selain itu, kami memberikan pendampingan psikologis melalui Dinas Kesehatan bagi keluarga yang mengalami trauma. Kami juga menyalurkan bantuan pangan serta kebutuhan dasar seperti matras, selimut, dan tempat tidur," katanya.

Pemilik rumah, Muftiana, mengaku masih dihantui rasa cemas. Ia dan keluarganya harus berjaga secara bergantian selama 24 jam untuk mengantisipasi kebakaran susulan yang sewaktu-waktu bisa membakar perabotan rumah tangga mereka.

"Kami berharap hasil penelitian segera keluar agar ada kepastian. Harapan kami hanya satu, bisa kembali tinggal dengan tenang tanpa rasa takut," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Sleman tunggu kajian ahli tentukan darurat bencana Seyegan



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026