
BPS catat ekspor DIY hingga April 2026 naik jadi 206,8 juta dolar AS

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat nilai ekspor provinsi ini dari Januari sampai April 2026 mencapai 206,8 juta dolar AS, atau meningkat 17,54 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebesar 175,9 juta dolar AS.
"Pertumbuhan tersebut hampir seluruhnya disumbang sektor industri pengolahan yang berkontribusi sebesar 99,06 persen terhadap total ekspor DIY," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih dalam keterangan di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, secara bulanan, nilai ekspor produk dari provinsi DIY pada April 2026 mencapai 68,86 juta dolar AS, meningkat 77,33 persen dibandingkan April 2025.
Kenaikan nilai ekspor tersebut terutama didorong oleh peningkatan ekspor sektor industri pengolahan yang tumbuh 76,35 persen secara tahunan.
"Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 99,08 persen terhadap total ekspor DIY pada April 2026," katanya.
Dia mengatakan, komoditas ekspor DIY masih didominasi produk manufaktur. Selama Januari – April, pakaian dan aksesorinya bukan rajutan menjadi komoditas utama dengan peran sebesar 30,93 persen dari total ekspor.
"Komoditas penting lainnya adalah pakaian dan aksesorinya rajutan, plastik dan barang dari plastik, barang dari kulit samak, serta perabotan, lampu, dan alat penerangan," katanya.
Sementara dari sisi pasar tujuan, Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan utama ekspor DIY dengan nilai mencapai 91,05 juta dolar AS atau 44,02 persen dari total ekspor.
Posisi berikutnya ditempati Australia dengan nilai ekspor mencapai 27,68 juta dolar AS dan Jerman sebesar 17,68 juta dolar AS.
"Ketiga negara tersebut secara bersama-sama menyerap hampir dua pertiga total ekspor DIY selama Januari – April 2026," katanya.
Di sisi lain, nilai impor DIY selama Januari – April 2026 tercatat sebesar 50,72 juta dolar AS atau turun 22,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 65,53 juta dolar AS.
Penurunan impor terutama disebabkan oleh berkurangnya impor bahan baku dan barang penolong yang masih menjadi komponen terbesar dalam struktur impor DIY.
"Sebanyak 88,90 persen total impor DIY merupakan bahan baku dan barang penolong yang digunakan untuk mendukung aktivitas industri dan produksi," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPS catat nilai ekspor DIY hingga April 2026 capai 206,8 juta dolar AS
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
